Etika Sopan Santun

Etika Sopan Santun

Fakultas Hukum Universitas Sunan Bonang Tuban

MANGKUNEGARA.COM - Tulisan ini merupakan tugas mata kuliah Pengantar Ilmu Hukum (PIH). Dibuat mandiri oleh mahasiswa dan ditayangkan pada portal mangkunegara.com.

  • [message]
    • ##check##Ditulis Oleh :  Ahmad Tholibul Mubin
      • Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Sunan Bonang Tuban Kelas Reguler B
Peran orang tua sebagai pendidik dalam keluarga sangat penting, karena anak dalam perhitungan waktu lebih lama berada di rumah dari pada di sekolah. Ki hajar dewantara menyatakan bahwa keluarga merupakan "pusat pendidikan" terutama bertanggung jawab tentang pendidikan budi pekerti. Tekanan disini adalah pembentukan moral, budi pekerti dengan harapan melewati pendidikan keluarga akanmenjadikan anak yang bermoral mulia, yang selanjutnya akan di kembangkan lebih lanjut dalam pendidikan di sekolah dan lingkungan masyarakat. Melalui keluarga orang tua dapat menanamkan benih kebatinan sesuai ke dalam jiwa anak-anaknya, sehingga anak dapat berkembang sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku di dalam masyarakat.keluarga sebagai lembaga pendidikan mempunyai ciriciri sebagai Sebagai Pendidik Pertama sebagai anak memasuki lembaga pendidikan yang lain, ia diberikan pendidikan oleh keluarganya. 

Sebagai pendidikan pertama artinya pendidikan yang diberikan oleh keluarga merupakan pendidikan yang pertama kali diberikan kepada anak. Maka keluarga memberikan dasar-dasar pendidikan kepada anak untuk selanjutnya dikembangkan disekolah dan masyarakat.Sebagai Pendidik Utamaartinya pendidikan yang diberikan oleh keluarga sangat penting, karena anak sepanjang hidupnya paling banyak waktuyang dihabiskan dalam keluarga bila dibandingkan dengan dilembaga yang lain. oleh karena pengaruh keluarga terhadap perkembangan anak sangat besar, baik dalam perkembanagan jasmani maupun rokhani. 

Di dalam keluarga anak-anak mendapatkan pendidikan tentang keutamaan/etika, dasar-dasar keagamaan, kesusilaan, moralitas dan sebagainya. Informapendidikan keluarga yang ialah informal artinya: bahwa dalam keluarga tidak terdapat tujuan yang spesifik tanpa kurikulum dan tanpa jenjang seperti peraturan secara tertulis lembaga pendidikan formal. 
[post_ads]
[next]
Pendidikan dalam keluarga tidak didasarkan pada aturan-aturan secaraketat, pelaksanannya secara praktis, dan hubungan antara orang tua sebagai pendidik dengan anak-anak sebagai peserta didik adalah hubungan darah atau kodrat. Secara sosiologis, keluarga dituntut berperan dan barfungsi untuk mencapai suatu masyarakat sejahtera yang di huni oleh individu (anggota keluarga) yang bahagia dan sejahtera. Fungsi keluarga perlu di amati sebagai tugas yang harus diperankan oleh keluarga sebagai lembaga sosial terkecil.

Menurut BKKBN (Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional) bahwa fungsi keluarga dibagi menjadi 8. Fungsi keluarga yang dikemukakan oleh BKKBN ini senada dengan fungsi keluarga menurut Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 1994 Tentang Penyelenggaran Pembangunan Keluarga Sejahtera, Fungsi keagamaan, fungsi keagamaan dilakukan dengan memperkenalkan dan mengajak anak dan anggota keluarga yang lain dalam kehidupan beragama, dan tugas kepala keluarga untuk menanamkan bahwa ada kekuatan lain yang mengatur kehidupan ini dan ada kehidupan lain setelah di dunia ini. Fungsi Sosial Budaya, fungsi sosial budaya dilakukan dengan membina sosialisasi pada anak, membentuk norma-norma tingkah laku sesuai dengan tingkat perkembangan anak, meneruskan nilai-nilai budaya keluarga. yaitu Fungsi Cinta Kasih, fungsi cinta kasih diberikan dalam bentuk memberikan kasih sayang dan rasa aman, serta memberikan perhatian diantara anggota keluarga

Fungsi Melindungi Fungsi bertujuan untuk melindungi anak dari tindakan-tindakan yang tidak baik, sehingga anggota keluarga merasa terlindung dan merasa aman. Fungsi ReproduksiMerupakan fungsi yang bertujuan untuk merumuskan keturunan, memelihara dan membesarkan anak, memelihara dan merawat anggota keluarga. Fungsi Sosialisasi Dan Pendidikan Merupakan fungsi dalam keluarga yang dilakukan dengan cara mendidik anak sesuai dengan tingkat perkembangannya, menyekolahkan anak. Sosialisasi dalam keluarga juga dilakukan untuk mempersiapkan anak menjadi yang baik.yaitu Fungsi Ekonomi Adalah serangkaian dari fungsi lain yang tidak dapat dipisahkan dari sebuah keluarga. Fungsi ini dilakukan dengan cara mencari sumber-sumbr penghasilan untuk mmenuhi kebutuhan keluarga, pengaturan penggunaan penghasilan keluarga untuk memenuhi kebutuhan keluarga, menabung untuk memenuhi kebutuhan keluarga di masa depan. 
[next]
Fungsi Pembinaan LingkunganKeluarga diharapkan memiliki kemampuan menempatkan diri secara serasi , selaras dan seimbang sesuai dengan kondisi sosial dan budaya masyarakatnya. Keluarga juga diharapkan dapat berpartisipasi dalam pembinaan lingkungan yang sehat dan positif, sehingga lahir nilai dan normanorma luhur yang sesuai dengan nilai ajaranagama dan budaya masyarakat. fungsi pendidikan keluarga sebagai berikut. Mengembangkan Jasmani Anaksehari-hari orang tua bekerja karena mencari nafkah demi memenuhi kebutuhan dan kesehatan keluarga, anak-anak, memebiasakan hidup sehat, menjauhkan diri daari hal-hal yang menyebabkan sakit. Anak yang sehat akan berani bermain,berani berekplorasi kedunia luar, sehingga perkembanagan sosialnya, keterampilan dan otaknya serta intelegensinya terjamin. Perkembangan Sosialorang tua berusaha agar anaknya kelak menjadi warga masyarakat yang baik dan mampu menyesuaikan diri dalam masyarakat.
[post_ads]
Oleh karena itu sejak diajar bagaimana menghormati orang yang lebih tua, bagaimana menghadapi tamu, bersikap dan berbahasa sesuai dengan adat istiadat yang berlaku di lingkungannya. Akan tetapi pendidikan sopan santun dan budi pekerti bagi anak bukanlah suatu hal yang mudah dilakukan, tentunya diperlukan suatu cara mendidik yang tepat yang harus dilakukan oleh seorang pendidik. saat anak usia dini sampai remaja di saat mereka masih benar-benar mencontoh tingkah laku dari orang-orang di sekitarnya terutama tingkah laku orang tuanya adalah waktu yang paling tepat untuk mendidik sopan santun dan budi pekerti. Dengan demikian mendidikkan sopan santun dan budi pekerti anak adalah cara yang tepat untuk membentuk kepribadian anak, ini bermakna bahwa proses belajar itu amat menentukan kemampuan anak dalam bersikap dan berprilaku baik, yang selaras dengan norma agama, moral, tradisi, hukum dan norma moral lain yang berlaku di masyarakat. Orang tua juga memiliki peran penting dalam pengasuhan dan pembinaan terhadap anak, sebab orang tua merupakan guru yang pertama dan utama bagi anak. Orang tua melalui fungsi sosialisasi dan pendidikan dalam keluarga merupakan lingkungan pertama yang di terima anak sekaligus sebagai pedoman bagi perkembangan pribadi anak. Pendidikan moral yang dilakukan orang tua sangat berpengaruh terhadap perubahan sikap yag terjadi pada seorang anak, sebab peranan sikap dalam kehidupan anak merupakan peranan besar, maka sikap tersebut akan turut menentukan cara-cara tingkah laku seorang anak. Masa kanak-kanak merupakan masa emas bagi pendidikan moral karena pengembangan manusia akan lebih mudah dilakukan pada usia dini yang hanya terjadi sekali selama kehidupan seorang manusia. 

Apabila usia dini tidak dimanfaatkan dengan menerapkan pendidikan dan penanaman nilai serta sikap yang baik, ketika dewasa nilai-nilai moral yang berkembang adalah nilai-nilai moral yang kurang baik. Jika suatu landasan moral yang baik telah berhasil ditanamkan, landasan moral akan menjadi penuntun individu dalam bertingkah laku seumur hidupnyaJadi, Keluarga adalah orang pertama yang mengajarkan hal-hal yang berguna bagi perkembangan dan kemajuan hidup manusia. Oleh karena itu, keluarga dikatakan tempat pertama dan utama dalam sosialisasi. Nilai-nilai yang Disosialisasikan Adanya interaksi antara anggota keluarga yang satu dengan yang lainmenyebabkan seorang anak menyadari dirinya sebagai individu dan sebagai makhluk sosial. Sebagai makhluk sosial, dalam keluarga anak akan menyesuaikan diri dengan kehidupan bersama, yaitu saling tolong menolong dan mempelajari adat istiadat yang berlaku dalam lingkungan dan masyarakat. Hal tersebut akan diperkenalkan oleh orang tua yang akhirnya dimiliki oleh anak.
[next]
Berdasarkan hasil pembahasan maka dapat diperoleh simpulan sebagai berikut: orang tua sudah melaksanakan perannya dengan cukup baik dalam membina sopan santun anak. Dari seluruh indikator ternyata tidak seluruhnya dapat dikembangkan dengan baik, strategi yang paling banyak dikembangkan oleh ibu dalam membina sopan santun Soekanto, Soerjono. 2002. Sosiologi: Suatu Pengantar.Jakarta: Raja Grafindo Persada. Soelaiman, Joesoef. 1979. Pendidikan luar sekolah. Surabaya: Usaha Nasionalstrategi memberi hadiah. dalam membina sopan santun anak didukung dengan adanya pemberian penghargaan dan hukuman pada pelaksanaanya. Pemberian penghargaan diberikan kepada anak yang sopan dan ramah artinya penghargaan tidak hanya berupa barang tetapi bisa berupa pujian. Sedangkan pemberian hukuman diberikan pada anak bersifat mendidik namun terkadang orang tua juga memberikan hukuman fisik yang bertujuan memberikan efek jera agar anak tidak mengulangi perbuatan tersebut.
[post_ads_2]

Daftar Bacaan: 
Hurlock, Elizabeth.1978. Perkembangan Anak Jilid 2. Jakarta: Airlangga. Nursalim, Moch. dkk. 2007. Psikologi Pendidikan. Surabaya: Unesa University Press. Soekanto, Soerjono. 2002. Sosiologi: Suatu Pengantar.Jakarta: Raja Grafindo Persada. Soelaiman, Joesoef. 1979. Pendidikan luar sekolah. Surabaya: Usaha Nasional.
DISCLAIMER:
Konten dari tulisan ini adalah milik mahasiswa yang bersangkutan. Segala sesuatu berkaitan dengan isi tulisan sepenuhnya menjadi otoritas mahasiswa. Penayangan pada website ini juga telah melalui persetujuan dari pihak yang bersangkutan.

KOMENTAR

BLOGGER
Name

AGAMA,2,Biografi,1,BLOG,16,Dosen,27,Download,15,Foto,14,HUKUM,5,HUMANIORA,9,Instagram,7,Jadwal Kuliah,2,Mahasiswa,49,Makalah,6,MANGKUNEGARA,6,Materi Kuliah,13,POLITIK,3,Puisi,1,Reguler A,26,Reguler B,24,Rubrik Mahasiswa,50,Sastra,1,Sejarah,2,Tugas Kuliah,54,
ltr
item
Website Resmi | Dr. RM. Armaya Mangkunegara, S.H., M.H.: Etika Sopan Santun
Etika Sopan Santun
Etika Sopan Santun
https://4.bp.blogspot.com/-fPEFT_geQzA/W_AdAm9FAEI/AAAAAAAAASg/E0bSS5RiFU0fnIWOclrandCvei-0HRpAQCLcBGAs/s320/ILUSTRASI%2BTUGAS.png
https://4.bp.blogspot.com/-fPEFT_geQzA/W_AdAm9FAEI/AAAAAAAAASg/E0bSS5RiFU0fnIWOclrandCvei-0HRpAQCLcBGAs/s72-c/ILUSTRASI%2BTUGAS.png
Website Resmi | Dr. RM. Armaya Mangkunegara, S.H., M.H.
https://www.mangkunegara.com/2018/11/etika-sopan-santun.html
https://www.mangkunegara.com/
https://www.mangkunegara.com/
https://www.mangkunegara.com/2018/11/etika-sopan-santun.html
true
8785525627328632150
UTF-8
Tampilkan Semua Post Tidak Menemukan Post TAMPILKAN Baca Selengkapnya Balas Batalkan Balasan Hapus Oleh Home HALAMAN POSTS Tampilkan Semua BACA JUGA: TAG ARSIP CARI SEMUA POST Artikel yang Anda cari tidak ditemukan Kembali Ke Beranda Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Ming Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Okt Nov Des baru saja 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago lebih dari 5 minggu yang lalu Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy Semua Seleksi Semua Semua Code Telah Tercopy Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy