Fungsi Penegakan Ketertiban dan Dasar Kehidupan Masyarakat

Fungsi Penegakan Ketertiban dan Dasar Kehidupan Masyarakat

Fakultas Hukum Universitas Sunan Bonang Tuban

MANGKUNEGARA.COM - Tulisan ini merupakan tugas mata kuliah Pengantar Ilmu Hukum (PIH). Dibuat mandiri oleh mahasiswa dan ditayangkan pada portal mangkunegara.com.
  • [message]
    • ##check## Ditulis Oleh : A’raafsky Aulia Muhammad El Farid
      • Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Sunan Bonang Tuban Kelas Reguler B
Ketertiban atau suasana tertib adalah terkait dengan masalah kehidupan nyaman atau tentram/peacemaintenance dan ketaatan. Kehidupan yang tertib tidak melihat apakah bermula dari maraknya kehidupan yang sarat dengan jahat menjadi hilangnya kejahatan/represive effort itu atau kehidupan yang memang sejak semula selalu tertib.

Menurut Satjipto Rahardjo ketertiban tidak dibentuk oleh kemauan preskripsi-preskripsi  diluar hubungan antara manusia melainkan oleh pertimbangan kerjasama yang bersifat
wajar atau reasonable. Misalnya ketertiban dalam penggunaan jalan raya oleh pengendara mobil. Ada kemungkinan lalu lintas berjalan dengan tertib dan teratur. Sekalipun mobil satu persatu melanggar batas minimum kecepatan yang diizinkan.

Dari contoh di atas ditemukan dengan jelas tentang ketertiban menurut hukum dan ketertiban menurut sosiologi. Dan berdasarkan contoh di atas nampak ada keinginan akan kondisi tertentu yang disebut dengan tertib meskitafsirannya berbeda.

Dari situlah maka akan timbul konflik-konflik yang tidak dapat dihindarkan. Apalagi makna tertib itu sendiri bersifat relatif dan subyektif apabila dikaji dari sisi ketertiban menurut sosiologi.

Pemahaman ketertiban itu dilihat dari kacamata yang berbeda antara hukum dan bekerjanya hukum dalam masyarakat menurut Sckolnick sebagaimana dikutip oleh Satjipto Rahardjo melihat pertentangan antara hukum dan ketertiban dalam kerangka bekerjanya hukum dalam masyarakat. Berdasarkan pendapat di atas dianalisis bahwa hukum tidak hanya merupakan alat ketertiban melainkan hukum lebih sering bertentangan dengan ketertiban dalam kerangka bekerjanya hukum dalam masyarakat.
[post_ads]
[next]
Akibat pertentangan itu, Sckolnick membedakan antara kontrol sosial/social control dan aturan hukum/rule of law yang menurutnya anatar lain dijelaskan bahwa penggandengan hukum dan ketertiban akan menyebabkan ketidaksesuaian substansial sifatnya.

Sementara Chambliss dan Seidman sebagaimana dikutip oleh Satjipto Rahardjo menjelaskan bahwa suatu masyarakat yang secara murni diatur oleh hukum adalah suatu ideal yang tidak dapat dicapai. Pengaturan secara murni yang dimaksud adalah seluruh masyarakat diatur oleh hukum yang dirumuskan secara jelas tanpa dibutuhkan adanya diskresi oleh para pejabat dalam penerapannya.

Keadaan atau ideal tersebut di atas sangat tidak mungkin diterima dalam suatu masyarakat yang didasarkan semata-mata mengharapkan kebebasan, kelonggaran atau diskresi yang dimiliki oleh para penegak hukumnya.
 [post_ads]
Berdasarkan statement di atas dapat dianalisis bahwa ketertiban hukum sebenarnya lebih merupakan penggambaran dari hukum itu sendiri. Sementara Diskresi lebih merupakan penggambaran ketertiban yang sekalipun tindakan itu tidak dapat dihindari namun diskresi dapat dibatasi.Dan keberhasilan polisi dalam penegakan ketertiban tidak semata-mata terletak pada tugasnya saja melainkan juga image masyarakat yang tidak lagi menganggapnya identik dengan kekerasan, penembakan, pemburuan dan sebagainya melainkan melekatkan paradigma fungsi polisi pada masyarakat (juga polisi) sebagaimana disebutkan sebagai polisi sipil, polisi sebagai sahabat/teman masyarakat, polisi yang akrab dengan kelemahlembutan, di samping sebagai pengayom masyarakat.

Predikat-predikat di atas memang lebih tepat diberikan dalam rangka memenuhi keinginan masyarakat di mana polisi lebih mencurahkan tindakan-tindakannya terhadap pemecahan persoalan-persoalan kejahatan serta memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam penanganan kejahatan. Perubahan paradigma fungsi tersebut nampaknya tidak muncul secara tiba-tiba maupun buatan melainkan didorong oleh perubahan struktur dalam masyarakat. Dan perubahan dalam masyarakat tersebut tidak lain adalah industrialisasi dan modernisasi yang diikuti oleh proses-proses yang sudah sangat dikenal seperti urbanisasi, individualisasi serta berbagai macam konflik.

Dalam kaitannya dengan tugas polisi dalam penegakan ketertiban bahwa tuntutan terhadap polisi untuk dapat memberikan perhatian dan pelayanan yang lebih besar atas penanganan masalah di luar kejahatan (jauh dari fungsinya yang hanya memburu kejahatan) polisi juga berfungsi sebagai penganalisis masalah sosial atau social problem oriented policing. Dan fungsi itu tidak sekedar diwadahi oleh unit tertentu yang disebut dengan pembinaan masyarakat atau binmasmelainkan fungsi yang selalu melekat pada seluruh anggota polisi.

Tuntutan terhadap kepolisian/ polisi yang semacam ini memang dirasakan berat apalagi secara tradisional sudah dibebani dengan tugas-tugas mendesak menangani kejahatan. Salah satu fungsinya yang efektif dalam rangka menuju kepada penegakan ketertiban yang ditawarkan oleh Satjipto Rahardjo adalah fungsi polisi sebagai manusia pemikir yang lebih diarahkan kepada kegiatan penelitian, menganalisis, menulis, studi komperatif pemecahan masalah sosial dan sebagainya.sebagaimana yang patut dilakukan oleh polisi di atas, cara penciptaan ketertiban oleh polisi sangat tergantung pada pola dasar kehidupan masyarakat.

 Polisi Indonesia atau polri dikondisikan oleh pola dasar kehidupan yang dipakai dalam masyarakat Indonesia seperti keselarasan dan kekeluargaan. Dari situlah gaya polisi Indonesia memang tidak bisa lain yaitu cermin gaya hidup masyarakat Indonesia.Masalah gaya hidup masyarakat sangat relevan dengan masalah perubahan sosial yang terjadi yang tidak hanya karena perubahan.
[post_ads_2]
[next]
Menurut Satjipto Rahardjo kekuasaan dalam masyarakat ditentukan oleh hubungan antara pengetahuan, kekerasan dan kemakmuran. Dan di abad ini peranan pengetahuan merupakan kekuatan yang sangat dominan. Lebih lanjut dikatakan bahwa teknologi sebagai kebudayaan fisik bukanlah satu-satunya tantangan/challengeskendatipun faktor ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan penggerak utama perubahan-perubahan di dunia ini.

Kita juga berhadapn dengan revolusi intelektual yang dipicu oleh ilmu pengetahuan dan teknologi dan industrialisasi yaitu revolusi sosial, revolusi politik, revolusi ekonomi serta revolusi kultural dan oleh karena itu mengajukan tantangan-tantangan baru yang harus dihadapi dan diselesaikan.Kedudukan polisi di tengah perubahan sosial ini nampaknya sarat dengan berbagai tantangan.Tidak ada perubahan yang tidak dilewati polisi apalagi jika itu dilakukan melalui hukum.

Karena dewasa ini sudah sangat wajar untuk mengatakan bahwa hukum itu merupakan sarana penting dalam rekayasa sosial/ as a tool of social engeenerring. Maka sudah menjadi kegiatan rutinan bahwa ketika ada undang-undang baru maka hampir sudah dipastikan pekerjaan polisi akan bertambah.Karena polisi sudah harus bertindak begitu ada undang-undang yang dikeluarkan dan dinyatakan berlaku.

Sedikit berbeda dengan hakim, di mana ia mulai bekerja manakala ada perkara yang diajukan kepadanya. Oleh karena itu, polisi dalam kaitannya dengan perubahan sosial atau dasar kehidupan masyarakat sebagai penegak ketertiban, polisi dengan cara kerja prefentif dan preemtifnya diharapkan menjamin kelestarian lingkungan jauh sebelum terjadi kerusakan dan terlebih dahulu tahu ketimbang bangsanya agar dapat memimpin bangsanya dengan selamat melalui perubahan-perubahan sosial.

Menghadapi perubahan dan tantangan itu seyogysanya dunia kepolisian segera merasakan bahwa mereka sedang berada di tengah gejolak kehidupan yang pada akhirnya akan berimbas terhadap pekerjaan polisi. Oleh karena itu menurut pengamat pemolisian bahwa polisi di Indonesia sangat sadar akan keadaan.

Dan peningkatan kualitas kesadaran tersebut perlu didukung oleh berbagai kalangan yang secara langsung maupun tidak langsung memberikan kontribusi pengetahuan misalnya kalangan akademis.
[post_ads_2] 
Perubahan-perubahan sosial sebagaimana terjadi memang harus dihadapi oleh polri dalam rangka mencapai tujuan penegakan ketertiban dalam masyarakat. Keadaan tersebut merupakan fakta yang keras. Dan polisi tidak mungkin mengelak atau menolaknya dalam bertindak yang seolah-olah terkesan antipati terhadap perubahan-perubahan sosial.

Hal tersebut tetap saja dianggap wajar karena memahami perubahan-perubahan sosial yang terjadi dalam hubungannya dengan kinerja polisi merupakan hal yang tidak mudah. Oleh karena itu polri sendiri selama ini memang sudah cukup merasa prihatin dengan pelayanan yang dilakukan oleh anggota-anggotanya terhadap masyarakat.

Setelah membahas sedikit mengenai aspek perubahan dan kaitannya dengan polisi, kita dapat menemukan salah satu faktor yang cukup dalam pembinaan kepolisian yaitu masalah sumberdaya manusia/human resources.

Dan menurut Satjipto Rahardjo menghadapi perubahan sosial dan menciptakan perubahan yang dikehendaki sangat dipengaruhi oleh faktor sumber daya manusia. Sejak dahulu, misi polri bukanlah untuk berperang melainkan untuk tujuan sosial dan kemanusiaan. Oleh sebab itu setiap gerak perubahan yang paling kecilpun dalam masyarakat akan memberikan pengaruh terhadap polisi.
[post_ads]
[next]
Predikat-predikat di atas memang lebih tepat diberikan dalam rangka memenuhi keinginan masyarakat di mana polisi lebih mencurahkan tindakan-tindakannya terhadap pemecahan persoalan-persoalan kejahatan serta memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam penanganan kejahatan.

Cara penciptaan ketertiban oleh polisi sangat tergantung pada pola dasar kehidupan masyarakat. Polisi Indonesia atau polri dikondisikan oleh pola dasar kehidupan yang dipakai dalam masyarakat Indonesia seperti keselarasan dan kekeluargaan. Dari situlah gaya polisi Indonesia memang tidak bisa lain yaitu cermin gaya hidup masyarakat Indonesia
[post_ads]

Daftar Bacaan:

Faisol Azhari, 2002,Diskresi Polisi Negara Republik Indonesia dalam Rangka Penegakan Hukum Pidana (Thesis), Program Magister Ilmu Hukum (Sistem Peradilan Pidana) Undip,
Semarang.

Sadjijono, 2008,Polri dalam Perkembangan Hukum di Indonesia, LaksBang PressINDO, Yogyakarta.

Satjipto Rahardjo, 1983,Hukum dan Perubahan Sosial, Alumni, Bandung, 2002,

Satjipto Rahardjo dan Anton Tabah, 1993, Polisi Pelaku dan Pemikir, Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.


DISCLAIMER:
Konten dari tulisan ini adalah milik mahasiswa yang bersangkutan. Segala sesuatu berkaitan dengan isi tulisan sepenuhnya menjadi otoritas mahasiswa. Penayangan pada website ini juga telah melalui persetujuan dari pihak yang bersangkutan.

KOMENTAR

Name

AGAMA,2,Biografi,1,BLOG,16,Dosen,26,Download,15,Foto,14,HUKUM,4,HUMANIORA,9,Instagram,7,Jadwal Kuliah,2,Mahasiswa,49,Makalah,6,MANGKUNEGARA,6,Materi Kuliah,13,POLITIK,3,Puisi,1,Reguler A,26,Reguler B,24,Rubrik Mahasiswa,49,Sastra,1,Sejarah,2,Tugas Kuliah,53,
ltr
item
Website Resmi | Dr. RM. Armaya Mangkunegara, S.H., M.H.: Fungsi Penegakan Ketertiban dan Dasar Kehidupan Masyarakat
Fungsi Penegakan Ketertiban dan Dasar Kehidupan Masyarakat
Fungsi Penegakan Ketertiban dan Dasar Kehidupan Masyarakat
https://4.bp.blogspot.com/-fPEFT_geQzA/W_AdAm9FAEI/AAAAAAAAASg/E0bSS5RiFU0fnIWOclrandCvei-0HRpAQCLcBGAs/s320/ILUSTRASI%2BTUGAS.png
https://4.bp.blogspot.com/-fPEFT_geQzA/W_AdAm9FAEI/AAAAAAAAASg/E0bSS5RiFU0fnIWOclrandCvei-0HRpAQCLcBGAs/s72-c/ILUSTRASI%2BTUGAS.png
Website Resmi | Dr. RM. Armaya Mangkunegara, S.H., M.H.
https://www.mangkunegara.com/2018/11/fungsi-penegakan-ketertiban-dan-dasar.html
https://www.mangkunegara.com/
https://www.mangkunegara.com/
https://www.mangkunegara.com/2018/11/fungsi-penegakan-ketertiban-dan-dasar.html
true
8785525627328632150
UTF-8
Tampilkan Semua Post Tidak Menemukan Post TAMPILKAN Baca Selengkapnya Balas Batalkan Balasan Hapus Oleh Home HALAMAN POSTS Tampilkan Semua BACA JUGA: TAG ARSIP CARI SEMUA POST Artikel yang Anda cari tidak ditemukan Kembali Ke Beranda Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Ming Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Okt Nov Des baru saja 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago lebih dari 5 minggu yang lalu Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy Semua Seleksi Semua Semua Code Telah Tercopy Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy