Hubungan Manusia dengan Hukum

Hubungan Manusia dengan Hukum

Fakultas Hukum Universitas Sunan Bonang Tuban
MANGKUNEGARA.COM - Tulisan ini merupakan tugas mata kuliah Pengantar Ilmu Hukum (PIH). Dibuat mandiri oleh mahasiswa dan ditayangkan pada portal mangkunegara.com.
  • [message]
    • ##check##Ditulis Oleh :  Sa'adatun Nisa'
      • Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Sunan Bonang Tuban Kelas Reguler A
  1. Manusia dan Hukum
  2. Manusia dan hukum adalah dua komponen yang tidak bisa dipisahkan. Bahkan dalam ilmu hukum terdapat adagium yang terkenal yang berbunyi: Ubi societas ibi Ius (di mana ada masyarakat di situ ada hukumnya). Artinya bahwa dalam setiap pembentukan suatu bangunan struktur sosial yang bernama masyarakat dan suatu komponen antara manusia dengan lingkungan hidupnya baik antara alam dan sesamannya , maka selalu akan dibutuhkan bahan yang bersifat sebagai pemersatu ataupun semen perekat atas berbagai komponen pembentuk dari masyarakat itu di butuhkanya sebuah hukum.

    Manusia disamping bersifat sebagai makhluk individu, juga berhakekat dasar sebagai makhluk sosial, mengingat manusia tidak dilahirkan dalam keadaaan yang sama (baik fisik, psikologis, hingga lingkungan geografis, sosiologis, maupun ekonomis) sehingga dari perbedaan itulah muncul inter dependensi yang mendorong manusia untuk berhubungan dengan sesamanya dan bersosialisasi dalam kehidupannya . Berdasar dari usaha pewujudan hakekat sosialnya di atas, manusia membentuk hubungan sosio-ekonomis di antara sesamanya, yakni hubungan di antara manusia atas landasan motif eksistensial yaitu usaha pemenuhan kebutuhan hidupnya (baik fisik maupun psikis)serta saling membutuhkan antar sesamannya dari awal mereka hadir di dunia.

    Untuk mewujudkan keteraturan, maka mula-mula manusia membentuk suatu struktur tatanan (organisasi) di antara dirinya yang dikenal dengan istilah tatanan sosial (social order) yang bernama: masyarakat. Guna membangun dan mempertahankan tatanan sosial masyarakat yang teratur ini, maka manusia membutuhkan pranata pengatur yang terdiri dari dua hal:

    1. aturan (hukum) dan
    2. si pengatur (kekuasaan)

    Dari sinilah hukum tercipta sebab adannya hubungan timbal balik antar keduanya yang menimbulkan suatu hubungan hukum dan perbuatan hukum.
    [post_ads]
    [next]
  3. Manusia Lemaga dan Hukum
  4. Untuk menciptakan keteraturan maka dibuatlah hukum sebagai alat pengatur, dan agar hukum tersebut dapat memiliki kekuatan untuk mengatur maka perlu suatu entitas lembaga kekuasaan yang dapat memaksakan keberlakuan hukum tersebut sehingga dapat bersifat imperatif. Sebaliknya, adanya entitas kekuasaan ini perlu diatur pula dengan hukum untuk menghindari terjadinya penindasan melalui kesewenang-wenangan ataupun dengan penyalah gunaan wewenang. Mengenai hubungan hukum dan kekuasaan ini, terdapat adagium yang populer: Hukum tanpa kekuasaan hanyalah angan-angan, dan kekuasaan tanpa hukum adalah kesewenang wenangan.

    Komponen hukum yang pertama adalah substansi atau isi hukum yang bersangkutan Suatu hukum agar benar-benar mampu menciptakan keadilan bagi masyarakat, maka isi dari hukum itu sendiri harus benar-benar berfungsi sebagai manifestasi nilai-nilai dan rasa keadilan serta nilai-nilai normatif yang diidealkan masyarakat. Disamping itu, agar hukum tersebut dapat berjalan, substansi hukum tersebut juga tidak boleh bertentangan dengan substansi hukum lain yang telah ada jadi haruslah di gunakan Asaz leg sepesialis derogat leg generalis . Sehingga suatu hukum agar dapat bekerja, maka ia harus bersifat koheren dengan keseluruhan sistem norma sosial yang ada dalam lingkungan masyarakat yang bersangkutan.

    Komponen yang kedua adalah struktur, yaitu lembaga yang memiliki kewenangan untuk menegakkan hukum. Sebuah hukum, sebaik apapun substansi yang dikandungnya tidak akan mampu berjalan jika tidak ada lembaga yang memiliki kekuasaan untuk menjalankan hukum tersebut. Lembaga yang memiliki kekuasaan untuk menjalankan hukum ini terdiri dari setiap subyek yang memiliki kewenangan untuk itu, mulai dari instansi penyidik seperti aparat kepolisian, instansi penuntut umum seperti kejaksaan, dan pengadilan.

  5. Hukum dan Budaya
  6. Komponen yang ketiga sekaligus yang terakhir adalah komponen kultur atau budaya dari masyarakat hukum yang bersangkutan. Suatu hukum yang ideal adalah hukum yang merupakan produk langsung dari budaya masyarakat yang bersangkutan, sehingga sistem nilai yang diusung oleh produk hukum tersebut akan sesuai (karena merupakan manifestasi) dengan kesadaran nilai ( value consciousness ) yang dimiliki masyarakatdan sebelum adanya hukum terbentuklah suatu kebiasaan dalam masyarakat yang melekat dan menjadi suatu hal yang di jalankan secara terus menerus.

    Dari penjabaran ini maka diketahui bahwa kerja hukum sebagai alat pengaturan masyarakat adalah bersifat sistemis dan dinamis . Yakni kerja sinergis yang sempurna antara komponen- komponen yang dibutuhkan agar tujuan hukum dapat terlaksana dan mencapai sasarannya (memberikan keadilan bagi individu-individu dalam masyarakat) yang satu sama lain tidak dapat dipisah-pisahkan, yaitu: substansi hukum yang baik, struktur hukum yang kokoh (memiliki kekuatan dan berintegritas), serta kultur yang kondusif (kesesuaian ideologi hukum dengan budaya masyarakat yang bersangkutan) untuk penegakan hukum tersebut.

    Pada akhirnya, bagaimana hukum itu dibuat dan untuk apa hukum itu ditujukan berpulang sepenuhnya pada kesadaran (kehendak) manusia yang bersangkutan itu sendiri. Hukum dapat bersifat membebaskan umat manusia dari ketertindasan, namun sebaliknya hukum juga dapat juga digunakan sebagai sarana penindasan. Karena hukum hanyalah berfungsi sebagai alat (tool), yaitu alat manusia untuk menciptakan keteraturan dengan pewujudan keadilan atas interaksi antar manusia tersebut, dan di atas dunia ini tidak ada satu alat pun yang tidak dapat disalah gunakan Begitu pula dengan hukum.Kemudian masyarakat membentuk suatu system yang disebut dengan masyarakat hukum. Kemudian membentuk budaya hukum. Maksud disini yaitu untuk menunjuk tradisi hukum yang digunakan untuk mengatur kehidupan didalam suatu masyarakat. Dengan masyarakat yang sadar akan hukum,persamaan dan kesadaran akan tinggi guna menjunjung tinggi rasa keadilan dan menghargai orang lain.

    Kesatuan hukum yang membentuk masyarakat hukum itu dapat berupa individu, kelompok, organisasi atau badan hukum Negara, serta kesatuan-kesatuan lainnya sedangkan alat yang dipergunakan untuk mengatur hubungan antar kesatuan hukum tersebut itu disebut hukum, yaitu suatu kesatuan system hukum yang tersusun atas berbagai komponen serta diakui oleh suatu Negara sebagai pengesahannya tersebut.
    [post_ads_2]
    [next]
    • Berikut tujuan adanya hukum bagi kehidupan masyarakat yaitu:
      1. Sebagai alat pengatur tata tertib hubungan masyarakat: dalam arti, hukum berfungsi menunjukkan manusia mana yang baik, dan mana yang buruk, sehingga segala sesuatu dapat berjalan tertib dan teratur.
      2. Sebagai sarana untuk mewujudkan keadilan sosial lahir dan batin: hukum dapat memberi keadilan, dalam arti dapat menentukan siapa yang salah, dan siapa yang benar, dapat memaksa agar peraturan dapat ditaati dengan ancaman sanksi bagi pelanggarnya.
      3. Sebagai sarana penggerak pembangunan: daya mengikat dan memaksa dari hukum dapat digunakan atau didayagunakan untuk menggerakkan pembangunan. Hukum adalah alat untuk membuat masyarakat yang lebih baik.
      4. Sebagai penentuan alokasi wewenang secara terperinci siapa yang boleh melakukan pelaksanaan (penegak) hukum, siapa yang harus menaatinya, siapa yang memilih sanksi yang tepat dan adil: seperti konsep hukum konstitusi negara.
      5. Sebagai alat penyelesaian sengketa: seperti contoh persengekataan harta waris dapat segera selesai dengan ketetapan hukum waris yang sudah diatur dalam hukum perdata.
      6. Memelihara kemampuan masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan kondisi kehidupan yang berubah, yaitu dengan cara merumuskan kembali hubungan-hubungan esensial antara anggota-anggota masyarakat.
    • Menurut J.F. Glastra Van Loon, fungsi dan penerapan hukum di masyarakat adalah:
      1. Menertibkan masyarakat dan pengaturan pergaulan hidup.
      2. Menyelesaikan pertikaian.
      3. Memelihara dan mempertahankan tata tertib dan aturan-aturan jika perlu dengan kekerasan.
      4. Memelihara dan mempertahankan hak tersebut.
      5. Mengubah tata tertib dan aturan-aturan dalam rangka penyesuaian dengan kebutuhan masvarakat.
      6. Memenuhi tuntutan keadilan dan kepastian hukum dengan cara merealisasi fungsi-fungsi di atas.
    • Sedangkan menurut Prof.Dr. Soerjono Soekanto fungsi hukum di Indonesia adalah:
      1. Alat ketertiban dan ketentraman masyarakat.
      2. Sarana untuk mewujudkan keadilan social lahir bathin.
      3. Sarana penggerak pembangunan.

    Fungsi kritis hukum dewasa ini adalah Daya kerja hukum tidak semata-mata pengawasan pada aparatur pemerintah (petugas), tetapi termasuk juga aparatur penegak hukum. Dengan demikian hukum harus memiliki fungsi-fungsi yang sedemikian rupa, sehingga dalam masyarakat dapat diwujudkan ketertiban, keteraturan, keadilan dan perkembangan : Agar hukum dapat melaksanakan fungsinya dengan baik, maka bagi pelaksanaan penegak hukum dituntut kemampuan untuk melaksanakan atau menerapkan hukum, dengan seninya masing-masing, antara lain dengan menafsirkan hukum sedemikian rupa sesuai keadaan dan posisi pihak-pihak. Bila perlu dengan menerapkan analogis atau menentukan kebijaksanaan untuk hal yang sama, atau hampir sama, serta penghalusan hukum (Rechtsfervinjing).

    Di samping itu perlu diperhatikan faktor pelaksana penegak hukum, bahwa yang dibutuhkan adalah kecekatan, ketangkasan dan keterampilannya. Ingat adagium :The singer not a song atau The most important is not the system, but the man behind the system Dalam hal ini si penyanyi adalah semua insan di mana hukum berlaku, baik warga masyarakat maupun para pejabat, termasuk para penegak hukum (Soejono Dirdjosisworo, 1983 : 155).
    [post_ads]
    [next]
  7. Kesimpulan
    1. Bahwa hubungan Hukum dengan Manusia sangatlah erat berawal dari hubungan sosialisasi antar keduannya akan menimbulkan perbuatan hukum dan hukumlah yang menjadi perekat antar hubungan manusia dengan manusia dan manusia dengan alam.
    2. Manusia hukum dan lembaga memiliki sebuah hubungan yang saling berkaitan untuk mengatur semua tindakan dan prosedur hubungan,jika hukum tanpa adanya Kekuasaan adalah sebatas angan-angan dan kekuasaan tanpa hukum adalah kesewenang-wenangan.
    3. Diketahui bahwa kerja hukum sebagai alat pengaturan masyarakat adalah bersifat sistemis dan dinamis dan sesuai dengan perkembangan masyarakat.

  8. Daftar Bacaan
  9. R. Soeroso, S.H., Pengantar Ilmu Hukum,Sinar Grafika,Jakarta,2006 hal.298. Lili Rasjidi dkk,Hukum Sebagai Suatu Sistem,Mandar Maju,Bandung, 2003
DISCLAIMER:
Konten dari tulisan ini adalah milik mahasiswa yang bersangkutan. Segala sesuatu berkaitan dengan isi tulisan sepenuhnya menjadi otoritas mahasiswa. Penayangan pada website ini juga telah melalui persetujuan dari pihak yang bersangkutan.

KOMENTAR

Name

AGAMA,2,Biografi,1,BLOG,16,Dosen,26,Download,15,Foto,14,HUKUM,4,HUMANIORA,9,Instagram,7,Jadwal Kuliah,2,Mahasiswa,49,Makalah,6,MANGKUNEGARA,6,Materi Kuliah,13,POLITIK,3,Puisi,1,Reguler A,26,Reguler B,24,Rubrik Mahasiswa,49,Sastra,1,Sejarah,2,Tugas Kuliah,53,
ltr
item
Website Resmi | Dr. RM. Armaya Mangkunegara, S.H., M.H.: Hubungan Manusia dengan Hukum
Hubungan Manusia dengan Hukum
Hubungan Manusia dengan Hukum
https://4.bp.blogspot.com/-fPEFT_geQzA/W_AdAm9FAEI/AAAAAAAAASg/E0bSS5RiFU0fnIWOclrandCvei-0HRpAQCLcBGAs/s320/ILUSTRASI%2BTUGAS.png
https://4.bp.blogspot.com/-fPEFT_geQzA/W_AdAm9FAEI/AAAAAAAAASg/E0bSS5RiFU0fnIWOclrandCvei-0HRpAQCLcBGAs/s72-c/ILUSTRASI%2BTUGAS.png
Website Resmi | Dr. RM. Armaya Mangkunegara, S.H., M.H.
https://www.mangkunegara.com/2018/11/hubungan-manusia-dengan-hukum.html
https://www.mangkunegara.com/
https://www.mangkunegara.com/
https://www.mangkunegara.com/2018/11/hubungan-manusia-dengan-hukum.html
true
8785525627328632150
UTF-8
Tampilkan Semua Post Tidak Menemukan Post TAMPILKAN Baca Selengkapnya Balas Batalkan Balasan Hapus Oleh Home HALAMAN POSTS Tampilkan Semua BACA JUGA: TAG ARSIP CARI SEMUA POST Artikel yang Anda cari tidak ditemukan Kembali Ke Beranda Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Ming Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Okt Nov Des baru saja 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago lebih dari 5 minggu yang lalu Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy Semua Seleksi Semua Semua Code Telah Tercopy Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy