Implementasi Hukum Adat dalam Masyarakat Desa

Implementasi Hukum Adat dalam Masyarakat Desa

Fakultas Hukum Universitas Sunan Bonang Tuban
MANGKUNEGARA.COM - Tulisan ini merupakan tugas mata kuliah Pengantar Ilmu Hukum (PIH). Dibuat mandiri oleh mahasiswa dan ditayangkan pada portal mangkunegara.com.
  • [message]
    • ##check##Ditulis Oleh :  Ladyani Atlantika
      • Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Sunan Bonang Tuban Kelas Reguler B
Sebagai warga negara Republik Indonesia yang bertempat tinggal di desa kecil nan jauh dari keramaian kota, saya menyadari betapa pentingnya nilai-nilai persatuan dan kesatuan yang terdapat dalam semboyan negara kita Bhineka Tunggal ika, yang di mulai dari lingkungan desa hingga tumbuh menjadi rasa cinta dan bangga kepada bangsa dan negara republik Indonesia. Saya mengambil objek di desa, karena menurut saya, segala sesuatu di mulai dari hal yang paling sederhana, dan desa merupakan objek yang kedudukannya paling sederhana. Karena saya juga berasal dari desa, jadi objek yang saya amati menjadi lebih mudah saya jabarkan.

Saya teringat akan buku yang saya baca, disana di tuliskan “Soepomo, misalnya berpendapat bahwa corak-corak atau pola-pola tertentu di dalam hukum adat yang merupakan perwujudan dari struktur kejiwaan dan cara berpikir yang tertentu yang pertama adalah mempunyai sifat kebersamaan yang kuat, artinya, manusia menurut hukum adat, merupakan makhluk dalam ikatan kemasyarakatan yang erat, rasa kebersamaan mana meliputi lapangan hukum adat.” (Soerjono Soekanto, Hukum Adat Indonesia, PT RajaGrafindo Persada, Jakarta-tanjung karang, September 1981, hlm 125) Kalimat ini sangat berlaku dan sesuai sekali di desa saya.

Ini berawal dari salah satu warga desa yang berencana membangun rumah,tempat tinggalnya. Di desa kami terdapat tradisi jawa yang masih melekat dan dianut oleh masyarakat, yang mana bagi siapapun warga yang sedang membangun rumah, di haruskan mencari tanggal yang baik untuk membangun rumah dan mengadakan syukuran agar di beri kelancaran dan tidak ada halangan apapun. Karena kebiasaan ini sudah menjadi tradisi dan peraturan yang selalu di patuhi oleh warga desa. Sebelum rumah dibangun, warga tersebut mendatangi rumah warga lainnya satu persatu untuk dimintai bantuan persiapannya. Bagi warga laki-laki diharap bisa membantu bergotong royong saat rumah di bongkar seperti menurunkan genting, meruntuhkan tembok dan sebagainya. Bagi warga wanita diharap bisa membantu memasak makanan yang akan di pakai untuk syukuran nantinya.

Dan keesokan harinya, hari dimana rumah warga tersebut akan dibangun, pagi-pagi sekali warga sudah berbondong-bondong dengan semangatnya menuju rumah warga yang sedang membangun rumah. Para warga wanita pergi ke dapur untuk memasak berbagai macam makanan dan menyiapkannya untuk syukuran nantinya. Warga laki-laki bekerja sama untuk mengangkat semua barang yang ada di dalam rumah dan memindahkannya di salah satu kerabat warga yang membangun rumah tersebut, untuk di taruh sementara disana, selama rumah masih dalam proses pembangunan. Setelah semua barang telah dipindahkan, warga bekerja sama untuk menurukan genting dan meruntuhkan bangunannya dengan gigihnya dan semangat bergotong royongnya.
[post_ads]
[next]
Semangat gotong royong warga ini menandakan bahwa warga desa tersebut masih menjunjung tinggi semboyan negara Indonesia yaitu Bhineka Tunggal Ika. Karena tanpa meminta imbalan, mereka dengan gigihnya bekerja sama membantu warga yang sedang membangun rumah. Selain bergotong royong , para warga juga menjalin silaturahmi antar warga lainnya, saling berbincang, bercanda ria, menghargai, menghormati sesamanya.

Hukum adat di desa kami sangatlah kuat dan mengikat hingga semua warga di desa sangat mematuhi aturan adat yang berlaku, dan tak ada satupun dari warga yang berani melanggarnya, karena sudah menjadi kebiasaan tradisi dari zaman nenek moyang. Selain hukum adat, warga di desa tersebut juga sangat menjunjung tiggi semboyan negara kita Bhineka Tunggal Ika, yang mana tak ada satupun dari mereka yang saling mencela akan perbedaan, entah itu agama, suku, ras, mereka saling menghargai sesama manusia.

Hazairin memberikan suatu uraian yang relatif panjang mengenai masyarakat hukum adat sebagai berikut (Hazairin 1970:44) “masyarakat- masyarakat Hukum Adat seperti desa di Jawa, marga di Sumatera Selatan, nagari di Minangkabau, kuria di Tapanuli, wanua di Sulawesi Selatan, adalah kesatuan-kesatuan kemasyarakatan yang mempunyai kelengkapan-kelengkapan untuk sanggup berdiri sendiri yaitu mempunyai kesatuan hukum, kesatuan penguasa dan kesatuan lingkungan hidup berdasarkan hak bersama atas tanah dan air bagi semua anggotanya... Bentuk hukum kekeluargaannya (patrilineal, matrilineal, atau bilateral) mempengaruhi sistem pemerintahannya terutama berlandaskan atas pertanian, peternakan, perikanan dan pemungutan hasil hutan dan hasil air, ditambah sedikit dengan perburuan binatang liar, pertambangan dan kerajinan tangan. Semua anggotanya sama dalam hak dan kewajibannya. Penghidupan mereka berciri; komunal, dimana gotong royong, tolong menolong, serasa dan selalu mempunyai peranan yang besar.” (Soerjono Soekanto, Hukum Adat Indonesia, PT RajaGrafindo Persada, Jakarta-tanjung karang, September 1981, hlm 93). Sudah sangat jelas yang dikatakan Hazairin bahwasanya masyarakat yang menerapkan hukum adat di dalam tempat tinggalnya memiliki jiwa gotong-royong dan tolong menolong yang besar dan kuat.
[post_ads_2]
[next]
Oleh karena itu, maka dapat dikatakan bahwa kesadaran hukum sebenarnya merupakan inti daripada sistem budaya suatu masyarakat, sehingga ada yang berpendapat bahwa sistem budaya merupakan suatu sistem normatif. Kesadaran hukum itulah yang menimbulkan pelbagai sistem norma-norma, oleh karena inti dari kesadaran hukum adalah hasrat yang kuat untuk senantiasa hidup secara teratur. Di dalam kehidupan tradisional Indonesia yang berpusat pada masyarakat dengan struktur sosial dan kebudayaan sederhana, maka kesadaran hukum terwujud di dalam adat yang mencakup semua dari berbagai norma adat, aturan hukum, larangan ritual dan perintah yang membimbing perilaku seseorang serta sanksi dan bentuk ganti rugi yang mana norma-norma dan aturan ini di tegakkan. Jadi disini hukum adat merupakan bagian dari adat atau adat istiadat, dan dapat dikatakan, bahwa hukum adat merupakan konkritisasi dari pada kesadaran hukum, khususnya pada masyarakat-masyarakat dengan struktur sosial dan kebudayaan sederhana.

Jadi kesimpulannya, implementasi hukum adat pada masyarakat desa ini sangat kuat. Dengan adanya hukum adat di masyarakat desa , kehidupan masyarakat menjadi tertata dan tertib, serta di dalam masyarakat desa yang sederhana kehidupan kelompok menjadi sangat kuat. Adanya hukum adat di dalam masyarakat desa mempererat rasa persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, yang sangat jarang sekali di temukan di kota, yang mayoritas sifat masyarakatnya individualis, dan mementingkan diri sendiri.

Soerjono Soekanto dalam bukunya mengatakan “Di dalam masyarakat sederhana kehidupan kelompok sangat kuat. Hal itu terutama disebabkan oeh karena adanyaorientasi yang sangat kuat bahwa kehidupan manusia tergantung pada sesamanya. Kehidupan berkelompok tersebut ditunjang oleh ikatan kekerabatan dan ikatan tempat tinggal kediaman yang sama, sehingga sangat terasa pengaruh daripada keluarga-keluarga luas maupun kelompok-kelompok besar yang terikat pada persamaan wilayah. Pada masyarakakat-masyarakat sederhana tersebut warga-warganya merasa dirinya sebagai bagian dari alam sekitarnya, dan didalam segala tingkah lakunya dia harus memperhitungkan kekuatan-kekuatan gaib yang tidak tampak. Untuk mencapai kebahagiaan hidup, maka seseorang harus menyesuaikan diri dengan dengan tata cara sebagaimana telah di tetapkan oleh alam sekitarnya.” (Soerjono Soekanto, Hukum Adat Indonesia, PT RajaGrafindo Persada, Jakarta-tanjung karang, September 1981, hlm 340). Jadi disini juga di jelaskan dengan rigkasnya bahwasanya masyarakat sederhana termasuk masyarakat desa, juga memperhitungkan kekuatan-kekuatan gaib, menurut saya maksud dari kata- kata ini adalah karena sebagian besar masyarakat sederhana yang menganut hukum adat masih banyak yang mempercayai dan menganut sistem yang berasal dari nenek moyang dahulu, yang bersifat gaib. Jadi tak heran kebanyakan masyarakat desa masih bersifat tradisional berbeda dari masyarakat kota pada umumnya yang bersifat modern. Tapi dari sinilah unsur kebudayaan indonesia itu melekat dan ada. Dan dari masyarakat desa, ciri khas bangsa indonesia tidak akan hilang yaitu budaya tradisionalnya yang luhur.
[post_ads_2]
Daftar Bacaan:
Soerjono Soekanto, Hukum Adat Indonesia, PT RajaGrafindo Persada, Jakarta-tanjung karang, September 1981

DISCLAIMER:
Konten dari tulisan ini adalah milik mahasiswa yang bersangkutan. Segala sesuatu berkaitan dengan isi tulisan sepenuhnya menjadi otoritas mahasiswa. Penayangan pada website ini juga telah melalui persetujuan dari pihak yang bersangkutan.

KOMENTAR

Name

AGAMA,2,Biografi,1,BLOG,16,Dosen,26,Download,15,Foto,14,HUKUM,4,HUMANIORA,9,Instagram,7,Jadwal Kuliah,2,Mahasiswa,49,Makalah,6,MANGKUNEGARA,6,Materi Kuliah,13,POLITIK,3,Puisi,1,Reguler A,26,Reguler B,24,Rubrik Mahasiswa,49,Sastra,1,Sejarah,2,Tugas Kuliah,53,
ltr
item
Website Resmi | Dr. RM. Armaya Mangkunegara, S.H., M.H.: Implementasi Hukum Adat dalam Masyarakat Desa
Implementasi Hukum Adat dalam Masyarakat Desa
Implementasi Hukum Adat dalam Masyarakat Desa
https://4.bp.blogspot.com/-fPEFT_geQzA/W_AdAm9FAEI/AAAAAAAAASg/E0bSS5RiFU0fnIWOclrandCvei-0HRpAQCLcBGAs/s320/ILUSTRASI%2BTUGAS.png
https://4.bp.blogspot.com/-fPEFT_geQzA/W_AdAm9FAEI/AAAAAAAAASg/E0bSS5RiFU0fnIWOclrandCvei-0HRpAQCLcBGAs/s72-c/ILUSTRASI%2BTUGAS.png
Website Resmi | Dr. RM. Armaya Mangkunegara, S.H., M.H.
https://www.mangkunegara.com/2018/11/implementasi-hukum-adat-dalam.html
https://www.mangkunegara.com/
https://www.mangkunegara.com/
https://www.mangkunegara.com/2018/11/implementasi-hukum-adat-dalam.html
true
8785525627328632150
UTF-8
Tampilkan Semua Post Tidak Menemukan Post TAMPILKAN Baca Selengkapnya Balas Batalkan Balasan Hapus Oleh Home HALAMAN POSTS Tampilkan Semua BACA JUGA: TAG ARSIP CARI SEMUA POST Artikel yang Anda cari tidak ditemukan Kembali Ke Beranda Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Ming Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Okt Nov Des baru saja 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago lebih dari 5 minggu yang lalu Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy Semua Seleksi Semua Semua Code Telah Tercopy Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy