Kaidah Hukum dan Masyarakat

Kaidah Hukum dan Masyarakat

Fakultas Hukum Universitas Sunan Bonang Tuban

MANGKUNEGARA.COM - Tulisan ini merupakan tugas mata kuliah Pengantar Ilmu Hukum (PIH). Dibuat mandiri oleh mahasiswa dan ditayangkan pada portal mangkunegara.com.

  • [message]
    • ##check##Ditulis Oleh :  Lizza Azline
      •  Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Sunan Bonang Tuban Kelas Reguler A
Manusia merupakan makhluk social atau di sebut dengan “ZOON POLITICON” dimana setiap individu tidak bisa terlepas dari orang lain. Yang artinya selalu ingin hidup berkelompok dan bermasyarakat. Berkaitan dengan judul artikel kaidah hukum dan masyarakat ini, tentunya tidak jauh dari pembahasan tentang ukuran atau asas sebagai pedoman bagi manusia dalam bertindak melakukan sesuatu. 

Dan di sini saya akan membahas terlebih dahulu tentang pengetahuan definisi dari apa itu kaidah hukum dan masyarakat ?

  1. KAIDAH
  2. Arti kaidah menurut KBBI adalah rumusan asas yang menjadi hukum, atau aturan yang sudah pasti menjadi patokan. Akan tetapi kaidah juga memiliki berbagai macam definisi dari sudut pandang kepercayaan masing-masing.
    Secara umum kaidah itu di bedakan menjadi 2:
    1. Kaidah Etika, dalam kaidah ini di jelaskan bahwasanya kaidah etika itu menyangkut nilai-nilai norma yang tercantum dalam pancasila.Yaitu Norma kesusilaan, kepercayaan, dan kesopanan. Yang pada dasarnya kaidah etika itu berasal dari diri sendiri. Contoh salah satunya adalah menghormati orang yang lebih tua dari kita, dan saling menghargai antar sesama.
    2. Kaidah Hukum, sedangkan kaidah hukum adalah kaidah yang mengatur hubungan atau interaksi antar kepribadian dan memiliki sanksi Tegas bagi yang melanggarnya. Contohnya adalah orang yang mencuri barang yang bukan miliknya akan di kenakan hukuman sesuai dengan aturan perundang-undangan.
    [post_ads]
    [next]
  3. MASYARAKAT
  4. Adalah sekumpulan individu-individu yang hidup bersama dan bekerja sama untuk memperoleh kepentingan bersama yang telah memiliki tatanan kehidupan, norma-norma, dan adat istiadat yang ditaati dalam lingkungannya. Masyarakat juga memiliki cirri-ciri di antaranya adalah:
    • Hidup berkelompok, manusia individu hidup secara bersama-sama sehingga terbentuklah suatu kebersamaan dan menjadi sebuah kelompok, dari kelompok tersebut maka terbentuklah yang dinamakan dengan masyarakat.
    • Terciptanya kebudayaan, maksudnta adalah setiap manusia,kelompok,atau masyarakat tentunya memiliki suatu kebudayaan yang berasal dari sebuah kebiasaan yang di turun-temurunkan kepada generasi penerusnya.
    • Mengalami perubahan , faktor dari perubahan ini berasal dari masyarakat itu sendiri.
    • Adanya interaksi antar sesama
    • Terdapat kepemimpinan, untuk memimpin kelompok masyarakat tersebut.
    • Stratifikasi social, adalah meletakkan seseorang pada salah satu kedudukan yang harus di lakukan dalam masyarakat.

  5. HUKUM
  6. Definisi hukum menurut SOEROSO adalah himpunan dari aturan-aturan, norma-norma yang di gunakan untuk mengatur ketertiban masyarakat dan di buat oleh lembaga-lembaga yang berwenang( legislatif ) yang memiliki sanksi tegas dan bersifat memaksa bagi yang melanggarnya. Hukum itu sebagai (1) Kaidah (2) Tata Hukum (3) Petugas.
    Pendapat tentang kaidah hukum menurut SOERJONO SOEKANTO mengatakan bahwa hukum sebagai kaidah merupakan patokan perikelakuan atau sikap tindak yang tidak sepantasnya.patokan tersebut memberikan pedoman, bagaimana seharusnya manusia berperikelakuan dan bersikapn dalam bertindak.
    Tujuan dari kaidah hukum ini adalah untuk kedamaian. dalam arti yaitu, adanya suatu keserasian dalam kehidupan pribadi maupun antar pribadi. Tugas kaidah hukum adalah untuk mencapai suatu keadilan, dan menertibkan setiap masyarakat dalam menjalankan sesuatu berdasarkan aturan-aturan hukum yang berlaku.
    Kaidah hukum menurut bentuknya ada 2 :
    1. Kaidah hukum tidak tertulis, artinya tumbuhnya sesuai dengan perkembangan masyarakat. Contohnya adalah hukum dalam adat istiadat atau kebiasaan.
    2. Kaidah hukum tertulis, artinya kaidah ini biasanya berbentuk kodivikasi di tuangkan dalam tulisan UU, kaidah hukum tertulis ini memiliki kepastian hukum,dan mudah di ketahui. Contohnya adalah, UUD 1945, Peraturan Presiden, Peraturan Daerah ,dan sebagainya.
    Selain di tinjau dari bentuknya, kaidah hukum juga bisa dilihat dari sifatnya. Menurut sifatnya kaidah hukum itu di bagi menjadi 2 :
    1. Hukum imperatif, maksudnya adalah hukum itu bersifat memaksa, mengikat dan harus di taati.
    2. Hukum fakultatif, maksudnya adalah, hukum itu tidak secara mengikat tetapi bersifat sebagai pelengkap.
    Manusia jugaTerdapat dua aspek Dalam kehidupan bermasyarakat, yaitu aspek fisik dan aspek eksistensial.( Prof. Dr. Peter Mahmud Marzuki, S.H., M.S., LL.M. PENGANTAR ILMU HUKUM, KKENCANA, Jakarta, 2008, hal: 42 ).
    Kaidah hukum berasal dari 2 aspek :
    1. Aspek Fisik ,dimana aspek fisik ini berdasarkan kehidupan pribadi manusia yang menyangkut nilai kepercayaan dan kesusilaan dalam pancasila. Contohnya, manusia memiliki kepercayaan agama masing-masing, dan memiliki jiwa kesusilaan terhadap sesama dalam kehidupan sosial.
    2. Aspek Eksistensial, pada aspek ini yaitu berdasarkan antar pribadi manusia,atau interaksi dari manusia satu dengan manusia lainya. Aspek ini meliputi norma kesopanan dan kaidah hukum. Contohnya, seseorang menghormati orang yang lebih tua darinya, dan orang yang melanggar hukum atau melakukan percobaan pembunuhan pada seseorang akan dikenakan sanksi dan di jatuhi hukuman sesuai dengan perbuatan yang dilanggarnya.
      [post_ads_2]
      [next]
    Dalam kaidah hukum masyarakat ada 4 macam norma yang meliputinya :
    1. KEPERCAYAAN adalah kewajiban manusia kepada tuhan dan kepada dirinya sendiri, yang bersumber dari ajaran-ajaran kepercayaan agama yang di yakini sebagai perintah tuhan.dan bagi siapapun yang melanggarnya akan mendapatkan sanksi langsung dari Tuhan.
    2. KESUSILAAN di tujukan kepada manusia yang bersumber dari diri manusia sendiri yang bersifat otonom, tidak di tujukan pada sikap lahir melainkan sikap batin. Perbuatan ini menimbulkan rasa penyesalan dalam hati,malu, takut, dan bersalah sebagai sanksi terhadap pelanggaran pada kaidah kesusilaan ini.
    3. KESOPANAN di tujukan pada sikap lahir pelakunya “kesedapan hidup antar pribadi”, kaidah ini membebani manusiadengan kewajiban. Kaidah inibersifat tidak resmi dan sanksi bagi pelanggarnya di berikan langsung oleh masyarakat.
    4. HUKUM adalah peraturan-peraturan hidup yang yang bersifat mengikat,memaksa yang di akui oleh Negara dan harus di laksanakan.sanksi bagi pelanggarnyapun akan langsung di berikan oleh pihak yang berwenang berdasarkan pasal yang tercantum pada undang-undang.
    HUBUNGAN KAIDAH HUKUM DENGAN KAIDAH LAINYA (DALIO CS 1989 : 21 DAN SETERUSNYA)
    1. Hubungan positif
    2. Yang di maksud dengan positif pada hubungan ini yaitu saling memperkuat antara hubungan satu dengan hubungan yang lainya.
    3. Hubungan antara kaidah hukum dengan kaidah kesusilaan
    4. kaidah ini saling erat kaitanya pada pribadi manusia masing-masing agar selalu berbuat baik.artinya tidak menimbulkan sifat saling mencela antar sesama.
    5. Hubungan antara kaidah hukum dengan kaidah kesopanan
    6. Kedua kaidah ini saling mengisi, maksudnya jika kaidah kesopanan ini di terapkan dalam setiap kehidupan masyarakat maka hal ini akan membantu kita untuk melaksanakan ketertiban aturan-aturan hukum dalam Negara
    7. Hubungan negative
    8. Hubungan negative ini akan terjadi apabila kaidah hukum dan kaidah sosial lainya bertentangan. Maka hal ini akan menjadi salah satu pemicu melemahnya kaidah dalam suatu hubungan.
    Pada kaidah hukum kali ini berbeda dengan kaidah sosial, mengapa?karena, Kaidah hukum itu menjelaskan tentang tingkah atau perilaku manusia dalam masyarakat. Contohnya, sesama manusia di larang untuk saling menyakiti, menghormati orang yang lebih tua dari kita dsb. Sedangkan kaidah hukum adalah segala sesuatu yang meliputi kaidah social merupakan kaidah hukum. Contohnya, “ perkawinan adalah sah, apabila dilakukan secara hukum masing-masing agamanya dan kepercayaanya”(pasal 2 ayat:1 UU No. 1/1974).
    [post_ads]
    [next]
  7. KESIMPULAN
  8. Jadi KAIDAH HUKUM DAN MASYARAKAT itu saling berkaitan. maksudnya adalah segala peraturan yang ada dan dibuat oleh pemegang kekuasaan secara resmi yang bersifat mengikat, harus di taati oleh masyarakat. Dan akan di kenakan sanksi bagi siapapun yang melanggarnya. Kaidah hukum ini di tujukan pada sikap yang konkrit, bukan untuk penyempurnaan manusia melainkan untuk ketertiban masyarakat. Isi daripada kaidah hukum itu sendiri di tujukan pada sikap lahir diri manusia yang mengutamakan perbuatan lahir tentang apa yang ada di batin,di fikiran yang menjadi urusan hukum. seseorang tidak dapat di hukum karena berdasarkan apa yang ada dalam batin dan fikiranya.
  9. DAFTAR BACAAN
  10. APELDOORN VAN, pengantar ilmu hukum, Prandnya Paramita, Jakarta, 1981 
    Makhsun Ariful, pengantar ilmu hukum, Untuk Kalangan Sendiri, Tuban, 2002 
    Sugiarto Umar Said, Pengantar Hukum Indonesia, Sinar Grafika, Jakarta Timur, 2013 
    Soeroso, Pengantar Ilmu Hukum,Sinar Grafika, Jakarta, 2014 https://tesishukum.com, kaidah hukum, 2018-11-01 
     Buku catatan sendiri
DISCLAIMER:
Konten dari tulisan ini adalah milik mahasiswa yang bersangkutan. Segala sesuatu berkaitan dengan isi tulisan sepenuhnya menjadi otoritas mahasiswa. Penayangan pada website ini juga telah melalui persetujuan dari pihak yang bersangkutan.

KOMENTAR

Name

AGAMA,2,Biografi,1,BLOG,16,Dosen,26,Download,15,Foto,14,HUKUM,4,HUMANIORA,9,Instagram,7,Jadwal Kuliah,2,Mahasiswa,49,Makalah,6,MANGKUNEGARA,6,Materi Kuliah,13,POLITIK,3,Puisi,1,Reguler A,26,Reguler B,24,Rubrik Mahasiswa,49,Sastra,1,Sejarah,2,Tugas Kuliah,53,
ltr
item
Website Resmi | Dr. RM. Armaya Mangkunegara, S.H., M.H.: Kaidah Hukum dan Masyarakat
Kaidah Hukum dan Masyarakat
Kaidah Hukum dan Masyarakat
https://4.bp.blogspot.com/-fPEFT_geQzA/W_AdAm9FAEI/AAAAAAAAASg/E0bSS5RiFU0fnIWOclrandCvei-0HRpAQCLcBGAs/s320/ILUSTRASI%2BTUGAS.png
https://4.bp.blogspot.com/-fPEFT_geQzA/W_AdAm9FAEI/AAAAAAAAASg/E0bSS5RiFU0fnIWOclrandCvei-0HRpAQCLcBGAs/s72-c/ILUSTRASI%2BTUGAS.png
Website Resmi | Dr. RM. Armaya Mangkunegara, S.H., M.H.
https://www.mangkunegara.com/2018/11/kaidah-hukum-dan-masyarakat.html
https://www.mangkunegara.com/
https://www.mangkunegara.com/
https://www.mangkunegara.com/2018/11/kaidah-hukum-dan-masyarakat.html
true
8785525627328632150
UTF-8
Tampilkan Semua Post Tidak Menemukan Post TAMPILKAN Baca Selengkapnya Balas Batalkan Balasan Hapus Oleh Home HALAMAN POSTS Tampilkan Semua BACA JUGA: TAG ARSIP CARI SEMUA POST Artikel yang Anda cari tidak ditemukan Kembali Ke Beranda Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Ming Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Okt Nov Des baru saja 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago lebih dari 5 minggu yang lalu Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy Semua Seleksi Semua Semua Code Telah Tercopy Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy