Kaidah Sebagai Pedoman dalam Bertindak

Kaidah hukum sebagai pedoman dalam melakukan tindakan

Fakultas Hukum Universitas Sunan Bonang Tuban
MANGKUNEGARA.COM - Tulisan ini merupakan tugas mata kuliah Pengantar Ilmu Hukum (PIH). Dibuat mandiri oleh mahasiswa dan ditayangkan pada portal mangkunegara.com.
  • [message]
    • ##check##Ditulis Oleh :  Nurul Afifah
      • Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Sunan Bonang Tuban Kelas Reguler A
Sesuai tema yang saya pilih dalam penyelesaian tugas saya yaitu mengenai pentingnya kaidah hukum dalam masyarakat. Sebelumnya pernah tidak di fikiran kalian bertanya mengenai apa itu kaidah hukum, apa fungsi kaidah hukum dalam masyarakat.



Sebelum membahas mengenai kaidah hukum, kita sebaiknya mengetahui terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan Kaidah. Kaidah adalah patokan atau ukuran sebagai pedoman bagi manusia dalam bertindak. Kaidah juga dapat dikatakan sebagai aturan yang mengatur prilaku manusia dan perilaku sebagai kehidupan bermasyarakat. Secara umum kaidah dibedakan atau dua hal yaitu kaidah etika atau kaidah hukum.  Kaidah etika merupakan kaidah yang meliputi norma susila, norma agama dan norma kesopanan. Dan Kaidah hukum ialah kaidah yang mengatur hubungan atau intraksi antar pribadi, baik secara langsung atau tidak langsung oleh karena itu kaidah hukum ditujukan untuk kedamaian, ketentraman, dan ketertiban hidup bersama, bersifat memaksa dan menciptakan ancaman bagi para pelanggarnya.

Ciri Ciri kaidah hukum yang membedakan dengan kaidah lainnya, yaitu :
  1. Bertujuan menciptakan keseimbangan antara kepentingan.
  2. Mengatur perbuatan manusia yang bersifat lahiriah.
  3. Dijalankan oleh badan-badan yang diakui oleh masyarakat.
  4. Bertujuan mencapai kedamaian (ketertiban dan ketenteraman).


Mengenai pengertian kaidah ,para ahli berikut ini juga berpendapat mengenai kaidah hukum yaitu:
Menurut Zeven Bargen, berlakunya kaidah hukum secara yuridis, apabila kaidah hukum itu terbentuk sesuai dengan tata cara atau prosedur yang berlaku. Sementara Logemann berpendapat bahwa kaidah hukum berlaku secara yuridis apabila pada kaidah hukum terdapat hubungan kausalitas, yakni adanya kondisi dan konsekuensi.
[post_ads]
Gustaf Raderuch berpendapat bahwa dalam keberlakuan kaidah hukum harus dapat dilihat dari kewenangan-kewenangan pembentuk UU dan faktor faktor yang memengaruhi berlakunya hukum dalam masyarakat, sehingga hukum tersebut berlaku efektif.
[next]
Dari uraian yang telah saya paparkan diatas mengenai kaidah hukum dan saya pun telah memberikan  suatu pendapat dari para ahli tentang kaidah hukum. Dan saya pun menyimpulkan bawah kaidah adalah pedoman manusia dalam bertindak. Jadi mengapa kaidah hukum dalam kehidupan bermasyarakat manusia itu penting, jawabannya jelas karena kaidah hukum bertujuan ingin memenuhi kebutuhan dalam menciptakan suatu keadilan di masyarakat tanpa mementingkan golongan tertentu. karena pada dasarnya manusia secara pribadi dapat berbuat secara bebas menurut kehendaknya masing-masing. 

Dan  Setiap manusia biasaya ingin kepentingannya dipenuhi terlebih dahulu tanpa mementingkan kepentingan orang lain. Terkadang kita juga sering menjupai tindakan kesewenang-wenangan kepada mereka yang lemah tanpa memperdulikan haknya.

Kaidah hukum juga di sebut dengan sikap lahir seseorang karena kaidah hukum lahir dan hidup di lingkungan manusia sejak manusia tersebut dilahirkan. Kaidah hukum tidak mempersoalkan apakah sikap batin seseorang itu baik atau buruk, yang diperhatikannya adalah bagaimana perbuatan lahiriyah orang itu.

Teori berlakunya Kaidah Hukum, yaitu sebagai berikut :
  1. Kaidah hukum berlaku secara yuridis, apabila penentuannya didasarkan pada kaidah yang lebih tinggi atau berbentuk menurut cara yang telah ditetapkan atau apabila menunjukkan hubungan keharusan antara kondisi dan akibat. Secara filosofis, kaidah hukum berlaku apabila dipandang sesuai dengan cita-cita masyarakat.
  2. Kaidah hukum berlaku secara sosiologis, apabila kaidah tersebut efektif, artinya kaidah tersebut dapat dipaksakan berlakunya oleh penguasa walaupun tidak diterima oleh warga masyarakat (teori kekuasaan), atau kaidah tersebut berlaku karena diterima dan diakui oleh masyarakat (teori pengakuan). Berlakunya kaidah hukum secara sosiologis menurut teori pengakuan adalah apabila kaidah hukum tersebut diterima dan diakui oleh masyarakat. Adapun menurut teori paksaan, berlakunya kaidah hukum apabila dipaksakan oleh penguasa.
  3. Kaidah hukum berlaku secara filosofis, artinya sesuai dengan cita cita hukum sebagai nilai positif yang tertinggi.
  4. Kaidah hukum sebaiknya mengandung tiga aspek, yaitu yuridis, sosiologis dan filosofis. Jika hanya berlaku secara yuridis, kaidah hukum hanya merupakan hukum yang mati, sedangkan apabila hanya berlaku secara sosiologis karena dipaksakan, kaidah hukum tidak lebih dari sekedar alat pemaksa. Apabila hanya memenuhi syarat filosofis, kaidah hukum tidak lebih dari kaidah hukum yang dicita-citakan.
Menurut sifatnya kaidah hukum terbagi menjadi 2, yaitu :
  1. Hukum yang Imperatif, maksudnya kaidah hukum itu bersifat a priori harus ditaati, bersifat mengikat dan memaksa. Contoh: Pasal 338 KUHPidana yang berbunyi : Barang siapa dengan sengaja menghilangkan jiwa orang lain, dihukum, karena maker mati, dengan hukuman penjara selama-lamanya lima belas tahun.
  2. Hukum yang Fakultatif, maksudnya ialah hukum itu tidak secara apriori mengikat. Oleh karena itu harus ditaati, Kaidah fakultatif bersifat sebagai pelengkap. Contoh: Pasal 1303 yang berbunyi "Tiap ahli waris kreditur dapat menuntut pelaksanaan suatu perikatan yang tak dapat dibagi-bagi secara keseluruhan. Tiada seorang pun di antara mereka diperbolehkan sendirian memberi pembebasan dari seluruh utang maupun menerima harganya sebagai ganti barang. Jika hanya salah satu ahli waris memberi pembebasan dari utang yang bersangkutan, atau menerima harga barang yang bersangkutan, maka para ahli waris lainnya tidak dapat menuntut barang tak dapat dibagi-bagi itu, kecuali dengan memperhitungkan bagian dari ahli waris yang telah memberikan pembebasan dari utang atau yang telah menerima harga barang itu".
[post_ads_2]
[next]

Pada pembahasan ini masyarakat memandang bahwa hukum merupakan patokan-patokan atau pedoman-pedoman yang harus masyarakat lakukan atau tidak boleh masyarakat lakukan. Bisa mereka maknai aturan-aturan kepala adat atau tetua kampung yang harus mereka patuhi juga dianggap sebagai hukum, meskipun tidak dalam bentuk tertulis. Kebiasaan yang sudah harus dipatuhi dalam suatu masyarakat pun meskipun tidak secara resmi dituliskan, namun selama ia diikuti dan dipatuhi dan apabila yang mencoba melanggarnya akan mendapat sanksi, maka kebiasaan masyarakat ini pun dianggap sebagai hukum.

Bentuk dari kaidah hukum adalah sebagai berikut:
  1. Tidak tertulis ialah hukum yang tumbuh dan berkembang di masyarakat (adat dan kebiasaan). Contoh : Dalam hal jual beli atau sewa menyewa terdapat pihak penghubung (makelar) yang selalu mendapat komisi atau persen dari hasil usahanya menghubungkan antara penjual dengan pembeli. Meskipun hal ini tidak diatur di dalam hukum tertulis, namun dalam kenyataannya praktik pemberian komisi selalu dipatuhi oleh masyarakat.
  2. Tertulis ialah hukum yang tertuang didalam peraturan, perundang-undangan, dsb. Contoh : Undang-undang Dasar Republik Indonesia tahun 1945 (UUD 1945), Peraturan Presiden (Perpres), Peraturan Pemerintah (PP), Peraturan Daerah (Perda), Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu), Keputusan Presiden (Keppres),  Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat (Tap. MPR), Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHPidana), Kitab Undang-undang Hukum Perdata (KUHPerdata), Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAPidana), Kitab Undang-undang Hukum Acara Perdata (KUHAPerdata), Buergerlijk Wetboek (BW).
Pentingnya kaidah hukum dari kaidah yang lainya yaitu selalu memberi sanksi bagi setiap pelanggarnya,kaidah hukum sifat nya selalu mengikat ,sanksinya bersifat hemaksa, menghendaki tingkah laku manusia sesuai dengan aturan , dan  sanksinya dipaksakan secara resmi  dan jika ditinjau dari isinya kaidah hukum selalu memberikan hak dan kewajiban .

Isi dari kaidah hukum :
  1. Kaidah hukum yang berisi Perintah (Gebod) , sehingga harus ditaati. Contoh : perintah bagi kedua orang tua agar memelihara dan mendidik anak-anaknya dengan sebaik-baiknya (Pasal 45 UU Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan).
  2. Kaidah hukum yang berisi Larangan (Verbod) , kaidah ini memuat larangan untuk melakukan sesuatu dengan ancaman sanksi apabila melanggar (misalnya larangan melakukan Pencurian Pasal 362 KUH Pidana).
  3. Kaidah hukum yang berisi membolehkan (mogen), kaidah hukum ini memuat hal-hal yang boleh dilakukan, tapi  boleh tidak.
Meskipun dalam kehidupan masyarakat terdapat kaidah yang mengatur tingkah laku manusia, kaidah hukum masih diperlukan karena :
  1. Masih banyak kepentingan lain dari manusia dalam pergaulan hidup  yang memerlukan perlindungan karena belum mendapat perlindungan yang sepenuhnya dari kaidah agama, kesusilaan, kaidah sopan santun, kebiasaan dan adat.
  2. Kepentingan manusia yang telah mendapat perlindungan dari kaidah kaidah tersebut, dianggap belum cukup terlindung karena apabila terjadi pelanggaran terhadap kaidah tersebut, akibat atau ancamannya dipandang belum cukup kuat.
[post_ads]
Kesimpulan
Dari penjelasan yang saya uraikan diatas, saya menyimpulkan bahwa kaidah hukum sangat penting dalam suatu masyarakat, karena jika kita menginginkan suatu lingkungan masayarakat yang damai dan sejahtera tanpa adanya kesewenang-wenangan dari pihak tertentu. Maka setiap perilaku dan tindakan yang di lakukan harus berdasarkan pada kaidah hukum yang dibuat dengan tujuan menciptakan suatu ketentraman di masyarakat yang mempunyai sifat memaksa dan sanksi yang tegas kepada setiap pelanggarnya.

Daftar Bacaan:

DISCLAIMER:
Konten dari tulisan ini adalah milik mahasiswa yang bersangkutan. Segala sesuatu berkaitan dengan isi tulisan sepenuhnya menjadi otoritas mahasiswa. Penayangan pada website ini juga telah melalui persetujuan dari pihak yang bersangkutan.

KOMENTAR

Name

AGAMA,2,Biografi,1,BLOG,16,Dosen,27,Download,15,Foto,14,HUKUM,5,HUMANIORA,9,Instagram,7,Jadwal Kuliah,2,Mahasiswa,49,Makalah,6,MANGKUNEGARA,6,Materi Kuliah,13,POLITIK,3,Puisi,1,Reguler A,26,Reguler B,24,Rubrik Mahasiswa,50,Sastra,1,Sejarah,2,Tugas Kuliah,54,
ltr
item
Website Resmi | Dr. RM. Armaya Mangkunegara, S.H., M.H.: Kaidah Sebagai Pedoman dalam Bertindak
Kaidah Sebagai Pedoman dalam Bertindak
Kaidah hukum sebagai pedoman dalam melakukan tindakan
https://4.bp.blogspot.com/-fPEFT_geQzA/W_AdAm9FAEI/AAAAAAAAASg/E0bSS5RiFU0fnIWOclrandCvei-0HRpAQCLcBGAs/s320/ILUSTRASI%2BTUGAS.png
https://4.bp.blogspot.com/-fPEFT_geQzA/W_AdAm9FAEI/AAAAAAAAASg/E0bSS5RiFU0fnIWOclrandCvei-0HRpAQCLcBGAs/s72-c/ILUSTRASI%2BTUGAS.png
Website Resmi | Dr. RM. Armaya Mangkunegara, S.H., M.H.
https://www.mangkunegara.com/2018/11/kaidah-sebagai-pedoman-dalam-bertindak.html
https://www.mangkunegara.com/
https://www.mangkunegara.com/
https://www.mangkunegara.com/2018/11/kaidah-sebagai-pedoman-dalam-bertindak.html
true
8785525627328632150
UTF-8
Tampilkan Semua Post Tidak Menemukan Post TAMPILKAN Baca Selengkapnya Balas Batalkan Balasan Hapus Oleh Home HALAMAN POSTS Tampilkan Semua BACA JUGA: TAG ARSIP CARI SEMUA POST Artikel yang Anda cari tidak ditemukan Kembali Ke Beranda Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Ming Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Okt Nov Des baru saja 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago lebih dari 5 minggu yang lalu Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy Semua Seleksi Semua Semua Code Telah Tercopy Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy