Kendala Hakim Dalam Menciptakan Kepastian Hukum Dan Keadilan

Kendala Hakim Dalam Menciptakan Kepastian Hukum Dan Keadilan

Fakultas Hukum Universitas Sunan Bonang Tuban

MANGKUNEGARA.COM - Tulisan ini merupakan tugas mata kuliah Pengantar Ilmu Hukum (PIH). Dibuat mandiri oleh mahasiswa dan ditayangkan pada portal mangkunegara.com.
  • [message]
    • ##check##Ditulis Oleh :  Hendri Purnomo Aji
      • Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Sunan Bonang Tuban Kelas Reguler B
Hakim adalah pejabat peradilan negara yang diberi wewenang oleh undang-undang untuk mengadili. Salah satu tantangan besar yang terus membayangi perkembangan kekuasan kehakiman adalah upaya menempatkan peranan hakim yang tepat dalam mewujudkan kepastian hukum, keadilan, dan kemanfaatan.

Keteraturan masyarakat berkaitan erat dengan kepastian hukum karena keteraturan adalah inti dari kepastian hukum itu sendiri.

Menurut Sudikno Mertokusumo kepastian hukum merupakan sebuah jaminan bahwa hukum tersebut harus dijalankan dengan cara yang baik. 


Memang menghadirkan kepastian hukum, keadilan, dan kemanfaatan dalam suatu putusan hakim sekaligus sangat sulit. Dalam literature-literatur klasik dikemukakan antinomi antara kepastian hukum dan keadilan. Menurut literature-literatur tersebut , kedua hal itu tidak dapat diwujudkan sekaligus dalam situasi yang bersamaan. Oleh karena itulah dalam hal ini menurut literatur-literatur itu hukum bersifat kompromi, yaitu dengan mengorbankan keadilan untuk mencapai kepastian hukum. 


Hukum sebagai pengemban nilai menurut Radbruch menjadi ukuran bagi adil tidak adilnya tata hukum. Tidak hanya itu, nilai keadilan juga menjadi dasar dari hukum. Dengan demikian, keadilan memiliki sifat normative sekaligus tolok ukur sistem hukum positif. Kepada keadilan-lah hukum positif berpangkal. Sedangkan konstitutif, karena keadilan harus menjadi unsur mutlak bagi hukum. Tanpa keadilan, sebuah aturan tidak pantas menjadi hukum.


Lon Fuller dalam bukunya the morality of law mengajukan delapan asas yang harus dipenuhi olehh hukum :
  1. Peraturan tersebut diumumkan kepada public;
  2. Tidak berlaku surut, karena akan merusak integritas sistem;
  3. Dibuat dalam rumusan yang dimengerti oleh umum;
  4. Tidak boleh ada peraturan yang saling bertentangan;
  5. Tidak boleh menuntut suatu tindakan yang melebihi apa yang bisa dilakukan;
  6. Tidak boleh sering diubah-ubah;
  7. Harus ada kesesuaian antara peraturan dan pelaksanaan sehari-hari.
Pendapat Lon Fuller di atas dapat dikatakan bahwa harus ada kepastian antara peraturan dan pelaksanaannya, dengan demikian sudah memasuki ranah aksi, perilaku, dan faktor-faktor yang mempengaruhi bagaimana hukum positif dijalankan.

Suatu gejala yang mengkhawatirkan dibidang peneggakan hukum dan keadilan di pengadilan adalah keadilan hukum yang tidak sejalan lagi dengan keadilan masyarakat. Dampak langsung dari kejadian ini adalah hilangnya kepercayaan masyarakat kepada Negara dan timbulnya inisatif masyarakat untuk membuat pengadilan sendiri yang sering berdampak pada tindakan main hakim sendiri. 


Sejumlah masalah yang layak mendapat perhatian berkenaan dengan bidang hukum antar lain: sistem peradilan yang dianggap kurang independen dan imparsial, belum memadainya perangkat hukum yang mencerminkan keadilan sosial, inkonsistensi dalam penegakan hukum, masih adanya intervensi terhadap hukum, lemahnya perlindungan hukum terhadap masyarakat, rendahnya kontrol secara komprehensif terhadap penegakan hukum, dan belum meratanya tingkat keprofesionalan para penegak hukum.

[post_ads_2]
[next]
Kendala-kendala hakim dalam menciptakan kepastian hukum dan keadilan dapat dibedakan dalam kendala internal dan kendala eksternal.

  1. Kendala Internal
  2. Kendala internal merupakan kendala yang mempengaruhi hakim dalam menciptakan kepastian hukum dan keadilan dari dirinya sendriri. Berdasarkan hasil temuan yang diadakan adalah terdiri sebagai berikut :
    1. Pengangkatan Hakim
      • Sistem pengangkatan hakim yang masih cendrung tertutup dan kurang berorientasi untuk mendapatkan sumber daya hakim yang baik.
      • Adanya rekurtmen/pengangkatan hakim yang mempunyai indikasi adanya kolusi, korupsi, dan nepotisme.
      • Kurang pembinaan dan pelatihan terhadap hakim yang ada terutama bagi yang masih berstatus calon hakim.
      • Mekanisme dan promosi hakim tidak jelas.
      • Jumlah pengadilan dan jumlah hakim yang tidak sesuai dengan kebutuhan.
      • Kurangnya mekanisme pengawasan yang tegas terhadap para hakim.
      • Belum optimalnya pemberian pengharggan kepada para hakim yang berprestasi.
      • Tidak tegasnya penerapan sanksi hukuman terhadap kinerja hakim yang bermasalah.
    2. Pendidikan Hakim
    3. Data yang diperoleh dilapangan khususnya di provinsi Gorontalo sebagian besar pengadilan baik pengadilan tinggi maupun pengadilan negeri menunjukan bahwa tingkat pendidikan formal hakim masih tertinggal.
    4. Penguasaan Terhadap Ilmu Hukum
    5. Pertimbangan hukum yang yang tidak mendasarkan pada fakta yang ada dan tidak sesuai dengan hukum yang berlaku, merupakan kekurangan utama dalam pengetahuan hakim.
    6. Moral Hakim
    7. Hakim harus mempunyai kemampuan profesioanl serta moral dan integritas yang tinggi agar mampu mencerminkan rasa keadilan, memberikan manfaat, dan kepastian hukum.
    8. Kesejahteraan Hakim
    9. Kerja keras hakim menuntu perhatian ekstra keras, namun ternyata sampai saat ini tidak mendapat perhatian serius pemerintah.
  3. Kendala Eksternal
  4. Kendala eksternal adalah kendala yang mempengaruhi hakim dalam menciptakan kepastian hukum, keadilan, dan kemanfaatan yang datangnya dari luar diri hakim. Berdasrkan hasil temuanyang diadakan adalah terdiri dari sebagai berikut :
    1. Kemandirian Kekuasaan Kehakiman
    2. Pelaksanaan kemandirian kekuasaan kehakiman dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu kemandirian lembaganya, kemandirian proses peradilan, dan kemandirian hakim itu sendiri.
    3. Pembentukan Undang-Undang
    4. Melihat kenyataan saat ini, kondisi peraturan hukum acara perdata begitu memprihatinkan. Kendati kemerdekaan Indonesia sudah lebih dari 70 tahun, ternyata hukum acara perdata masih menggunakn produk peninggalan pemerintah Hindia Belanda yaitu H.I.R. dan R.Bg. peraturan hukum acara perdata, dibandingkan dengan peraturan lainnya jelas terlambat dan tertinggal.
    5. Sistem Peradilan yang berlaku
    6. Pentingnya pembaharuan sistem peradilan, karena dengan usaha tersebut akan melahirkan produk-produkputusan pengadilan yang berkualitas.
    7. Partisipasi Masyarakat
    8. Masyarakat mempunyai peran dalam mengawasi jalannya peradilan sebagaimana disebutkan dalam undang-undang kekuasaan kehakiman.
    9. Sistem Pengawasan Hakim
    10. Pengawasaan hakim ada dua internal dan eksternal. Internal dilakukan oleh Mahkamah Agung sebagaimana diatur oleh Undang-Undang kekuasaan kehakiman dan undang-undang Mahkamah Agung, sedangkan eksternal dilakukan oleh Komisi Yudisial
Contoh Ilustrasi :
Gugatan yang diajukan oleh PT Bumijaya Sentosa kepada PT Mitra Bangun Griya yang akhirnya melalui putusan Pengadilan Jakarta Selatan Perkara Nomor 63/Pdt.G/2004/PN.JAK.SEL , yang memenangkan PT Bumijaya Sentosa, tetapi tidak dapat dieksekusi. PT Bumijaya Sentosa belum dapat memperoleh keadilan yang sudah didapatkannya tersebut.
[next] Kesimpulan :
Untuk mengatasi kendala internal dan eksternal hakim ada beberapa hal yang harus dilakukan. Penataan kembali struktur dan lembaga kekuasaan kehakiman yang ada, termasuk rekrutmen sumber daya manusia yang berkualitas. Kemandirian kekuasaan kehakiman harus ada jaminan dan tetap dapat diwujudkan dalam proses peradilan di pengadilan. Perlu merumuskan putusan-putusan hakim yang lebih mendekatkan pada nilai-nilai keadilan, kepastian hukum dan kemanfaatan. Alasan dan pertimbangan hukum di dalam putusan hakim dapat diterima terutama oleh para pihak dan masyarakat pada umumnya. Peningkatan penegakan hukum dengan menyelesaikan perkara perkara perdata di pengadilan dengan bertitik tolak pada asas hukum dan asas peradilan yang baik. Partisipasi masyarakat dalam penegakan hukum terutama di pengadilan. Meningkatkan pendidikan kesadaran masyarakat terhadap proses hukum beracara di pengadilan.
[post_ads]
Daftar Bacaan :
Fence M Wantu, 2013, Kendali Hakim Dalam Menciptakan Kepastian Hukum, Keadilan, Dan Kemanfataan Di Peradilan Perdata, Penerbit Jurnal Mimbar Vol. 25 Nomor 2, 2013.
http://tesishukum.com/pengertian-asas-kepastian-hukum-menurut-para-ahli/.
Peter Mahmud Marzuki, Pengantar Ilmu Hukum, Penerbit Kencana, Jakarta, 2008, Hlm 139.
Suwardi Sagama, Analisis Konsep Keadilan, Kepastian Hukum dan Kemanfaatan dalam Pengelolaan Lingkungan,,Penerbita Mazahib, 2016.

DISCLAIMER:
Konten dari tulisan ini adalah milik mahasiswa yang bersangkutan. Segala sesuatu berkaitan dengan isi tulisan sepenuhnya menjadi otoritas mahasiswa. Penayangan pada website ini juga telah melalui persetujuan dari pihak yang bersangkutan.

KOMENTAR

Name

AGAMA,2,Biografi,1,BLOG,16,Dosen,26,Download,15,Foto,14,HUKUM,4,HUMANIORA,9,Instagram,7,Jadwal Kuliah,2,Mahasiswa,49,Makalah,6,MANGKUNEGARA,6,Materi Kuliah,13,POLITIK,3,Puisi,1,Reguler A,26,Reguler B,24,Rubrik Mahasiswa,49,Sastra,1,Sejarah,2,Tugas Kuliah,53,
ltr
item
Website Resmi | Dr. RM. Armaya Mangkunegara, S.H., M.H.: Kendala Hakim Dalam Menciptakan Kepastian Hukum Dan Keadilan
Kendala Hakim Dalam Menciptakan Kepastian Hukum Dan Keadilan
Kendala Hakim Dalam Menciptakan Kepastian Hukum Dan Keadilan
https://4.bp.blogspot.com/-fPEFT_geQzA/W_AdAm9FAEI/AAAAAAAAASg/E0bSS5RiFU0fnIWOclrandCvei-0HRpAQCLcBGAs/s320/ILUSTRASI%2BTUGAS.png
https://4.bp.blogspot.com/-fPEFT_geQzA/W_AdAm9FAEI/AAAAAAAAASg/E0bSS5RiFU0fnIWOclrandCvei-0HRpAQCLcBGAs/s72-c/ILUSTRASI%2BTUGAS.png
Website Resmi | Dr. RM. Armaya Mangkunegara, S.H., M.H.
https://www.mangkunegara.com/2018/11/kendala-hakim-dalam-menciptakan.html
https://www.mangkunegara.com/
https://www.mangkunegara.com/
https://www.mangkunegara.com/2018/11/kendala-hakim-dalam-menciptakan.html
true
8785525627328632150
UTF-8
Tampilkan Semua Post Tidak Menemukan Post TAMPILKAN Baca Selengkapnya Balas Batalkan Balasan Hapus Oleh Home HALAMAN POSTS Tampilkan Semua BACA JUGA: TAG ARSIP CARI SEMUA POST Artikel yang Anda cari tidak ditemukan Kembali Ke Beranda Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Ming Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Okt Nov Des baru saja 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago lebih dari 5 minggu yang lalu Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy Semua Seleksi Semua Semua Code Telah Tercopy Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy