Peningkatan Disiplin Belajar Santri

Peningkatan Disiplin Belajar Santri

Fakultas Hukum Universitas Sunan Bonang Tuban

MANGKUNEGARA.COM - Tulisan ini merupakan tugas mata kuliah Pengantar Ilmu Hukum (PIH). Dibuat mandiri oleh mahasiswa dan ditayangkan pada portal mangkunegara.com.
  • [message]
    • ##check##Ditulis Oleh :  Roy Nandi Julianto
      • Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Sunan Bonang Tuban Kelas Reguler B
Ada tiga lembaga pendidikan tempat anak belajar untuk tercapai pembentukan dan pengembangan potensi pada diri anak, yaitu pendidikan formal, non formal dan informal. Salah satu lembaga pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan formal dan informal yaitu lembaga pendidikan di pesantren yang merupakan salah satu lembaga pendidikan formal dan non formal di bidang keagamaan (Anam dan Suharningsih, 2014: 470). 

Secara teknis pondok pesantren adalah tempat tinggal santri, pengertian ini menunjukan ciri pondok pesanten terpenting yaitu sebuah lingkungan pendidikan secara total. Dibandingkan dengan lingkungan pendidikan parsial seperti ditawarkan oleh sistem sekolah umum yang berlaku sebagai struktur pendidikan secara umum bagi bangsa, pondok pesantren adalah sebuah kultur unik (Lubis, 2007:181). 

Pada mulanya pesantren berdiri sebagai lembaga pendidikan umat Islam pedesaan yang berfungsi untuk konservasi tradisi keagamaan yang dijalankan oleh umat Islam tradisionalis. Sebagai suatu tradisi keagamaan yang keberadaannya masih status quo, dalam awal perkembangannya bersifat sebagai subkultur kharismatik yang homogen. Tradisionalisme merupakan salah satu faktor sebab lembaga ini mampu memengaruhi masyarakat sekitarnya, sehingga lembaga tersebut tidak mudah dihapus begitu saja (Herawati dan Yani, 2014: 1013-1014). Dalam pembinaan santri-santrinya, peningkatan kedisiplinan merupakan salah satu upaya pondok pesantren dalam membentuk karakter santri yang bertanggungjawab. Tu’u dalam Tanshzil (2012: 12) mendefinisikan disiplin sebagai kesadaran diri yang muncul dari batin terdalam untuk mengikuti dan menaati peraturan-peraturan, nilai-nilai hukum yang berlaku dalam suatu lingkungan tertentu. 
[post_ads]
[next]
Tujuan ditegakkannya disiplin di kalangan santri adalah untuk mempersiapkan santri sebagai generasi muda yang bertanggung jawab sehingga mampu menyelesaikan berbagai permasalahan pada diri sendiri khususnya serta keluarga, agama dan negara pada umumnya. Sebagai lembaga pendidikan Islam, kegiatan belajar tentu menjadi salah satu hal yang penting sebagai tolok ukur keberhasilannya. Belajar adalah perubahan tingkah laku yang relatif tetap yang terjadi karena latihan dan pengalaman. (Mustaqim, 2001: 34). Belajar bertujuan untuk mengadakan perubahan tingkah laku, mengubah kebiasaan buruk menjadi baik, mengubah sikap negatif menjadi positif, memiliki keterampilan dan menambah pengetahuan dari berbagai ilmu. (Syarifudin, 2011: 116). Dalam hal ini, tujuan belajar di pondok pesantren, seperti yang diungkapkan Lubis, yaitu untuk mendalami ilmu keagamaan Islam dan kemudian mengamalkannya menjadi pedoman hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan disiplin belajar santri di Pondok Pesantren Al-Hadi Min Ahlisunnah Wal Jamaah Pekalongan. 

Dalam penelitian sebelumnya, pemberian hukuman terhadap santri yang tidak disiplin terbukti efektif dalam meningkatkan disiplin santri baik disiplin belajar, disiplin waktu maupun disiplin bertingkah laku. Akhmad Jihad dalam penelitiannya menelaah keefektifan hukuman terhadap kedisiplinan santri di pondok pesantren Daar el-Qolam Gintung Jayanti Tangerang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pemberian hukuman (punishment) menurut teori pendidikan, (2) disiplin di Pondok Pesantren Daar el-Qolam, (3) efektifitas hukuman dalam mendisiplinkan peserta didik di pondok pesantren Daar el-Qolam. Pembahasan penelitian ini berdasarkan penelitian lapangan (field research) yang bertujuan untuk mendapatan data atau informasi, baik berupa hasil wawancara dan dokumendokumen pesantren yang berkaitan dengan variabel penelitian. Field Research dilakukan dengan cara terjun langsung ke lapangan demi memperoleh data yang valid agar kebenarannya dapat dipertanggungjawabkan. Dalam riset ini data yang diperoleh melalui hasil wawancara mendalam dan telaah dokumen akan dianalisis menggunakan metode analisis deskriptif. Data yang terkumpul disusun kemudian baru dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Hukuman yang dijatuhkan kepada anak yang bersalah mempunyai syarat dan macamnya, karena hukuman yang baik bukanlah yang bersifat memojokkan tetapi menyadarkan dan mendidik. Jika terpaksa harus mendidik dengan hukuman, sebaiknya diberi peringatan dan ancaman lebih dulu. Jangan menindak anak dengan kekerasan, tetapi dengan kehalusan hati, lalu diberi motivasi dan persuasi, dan kadang-kadang dengan muka masam atau dengan cara agar ia kembali kepada perbuatan baik, atau kadangkadang dipuji, didorong keberaniannya untuk berbuat baik. Perbuatan demikian merupakan perilaku yang mendahului tindakan khusus. (2) Pondok pesantren Daar el-Qolam merupakan salah satu pesantren modern di Indonesia yang mengintegrasikan antara pendidikan tradisional yaitu pelajaran kitab kuning dan pendidikan modern yaitu yang mengacu kepada kurikulum nasional, dipadu dengan bilingual dalam penyampaiannya di kelas dan disiplin berbahasa Inggris dan Arab di luar kelas. Dalam penelitian ini dibahas beberapa disiplin yang diterapkan di pondok pesantren tersebut, yaitu antara lain: disiplin waktu, disiplin belajar, dan disiplin bertingkah laku. (3) Hukuman merupakan konsekuensi yang akan didapatkan bagi pelanggar disiplin di Pondok Pesantren Daar el-Qolam setelah sebelumnya diberikan peringatan dan ancaman sebagai penunjang displin agar tetap berjalan dengan baik. Hukuman yang diberikan memang terbukti efektif dalam membuat santri berdisiplin, apabila pemberian hukuman tersebut mengacu kepada pedoman dalam memberikan hukuman dan kebijakan pondok pesantren. Tetapi kadang hukuman akan berdampak pada perasaan benci anak didik apabila menyakiti fisik dan tidak mengandung unsur edukatif (Akhmad Jihad, 2011). Namun, faktanya sebagai pondok pesantren yang mayoritas santrinya adalah pelajar dan mahasiswa, kedisiplinan belajar para santri menjadi satu hal yang membuat pendidikan di pondok pesantren Al-Hadi Min Ahlisunnah Wal Jamaah harus lebih fleksibel. Hal ini tentu menuntut para pengurus untuk bertindak lebih cermat dalam mengasuh para santrinya.
[post_ads] 
Pembahasan Kedisiplinan dalam hal ini adalah ketaatan dan kepatuhan santri terhadap peraturan di pesantren baik dalam keseharian maupun dalam madrasah. Dari narasumber pertama yang merupakan pengurus pondok putri, diketahui bahwa pondok pesantren memiliki tata tertib yang harus dipatuhi seluruh santri dan pengurus telah menerapkan sistem punishment bagi santri yang melanggar peraturan di pondok pesantren. Sedangkan, dari dua narasumber selanjutnya yang merupakan santri, diketahui bahwa dua santri tersebut memiliki disiplin yang rendah dalam kesehariannya di pondok pesantren. Kedua santri tersebut merasa terikat dengan peraturan di pondok pesantren, namun faktanya seringkali dua santri tersebut melakukan pelanggaran. Hal ini disebabkan karena kedua santri merupakan santri yang merangkap mahasiswa dan aktif di UKM yang terkadang mengharuskan santri tersebut mengikuti kegiatan keluar kampus sehingga kedisiplinan belajarnya di pondok pesantren rendah akibat sering ijin bahkan membolos di pondok pesantren. Selain itu penyebab lain rendahnya disiplin belajar santri pertama adalah perilakunya yang tergantung mood, sedangkan santri kedua kekurangan informasi kegiatan di pondok pesantren karena merupakan santri baru. Melalui peran pengurus pondok pesantren, karakter santri dibentuk menjadi individu yang displin dengan menerapkan sistem punishment. 
[next]
Diharapkan dengan pemberian hukuman ini santri mendapatkan efek jera sehingga kedepannya akan terbentuk santri yang disiplin serta bertanggungjawab dan berakhlak baik. Simpulan Disiplin belajar adalah kecenderungan suatu sikap mental untuk mematuhi aturan, tata tertib, dan sekaligus mengendalikan diri, menyesuaikan diri, terhadap aturan-aturan yang berasal dari luar dirinya. Disiplin belajar pada dua santri dalam penelitian ini masih cukup rendah, hal ini disebabkan keduanya merangkap sebagai mahasiswa sehingga santri kesulitan memanajemen waktunya yang berakibat pada ketidaktaatan terhadap aturan pondok pesantren serta minimnya informasi dari pihak pondok pesantren yang diterima. Namun adanya kemauan dan usaha dari keduanya memungkinkan proses bimbingan dan konseling dapat dilakukan secara efektif. Dalam melakukan perannya membimbing kedua santri tersebut, pengurus pondok pesantren menggunakan teknik direktif yang bertujuan untuk menciptakan kondisi baru yang baik untuk belajar. Landasan yang digunakan dalam melakukan konseling behavior adalah manajemen diri santri. Teknik ini ditujukan untuk meningkatkan proses manajemen diri dan komitmen konseling. Selain itu, peran utama pengurus yakni mengajarkan keterampilan nyata melalui pemberian instruksi, pemodelan, dan kinerja umpan balik.
[post_ads_2]
Simpulan Disiplin belajar adalah kecenderungan suatu sikap mental untuk mematuhi aturan, tata tertib, dan sekaligus mengendalikan diri, menyesuaikan diri, terhadap aturan-aturan yang berasal dari luar dirinya. Disiplin belajar pada dua santri dalam penelitian ini masih cukup rendah, hal ini disebabkan keduanya merangkap sebagai mahasiswa sehingga santri kesulitan memanajemen waktunya yang berakibat pada ketidaktaatan terhadap aturan pondok pesantren serta minimnya informasi dari pihak pondok pesantren yang diterima. Namun adanya kemauan dan usaha dari keduanya memungkinkan proses bimbingan dan konseling dapat dilakukan secara efektif. Dalam melakukan perannya membimbing kedua santri tersebut, pengurus pondok pesantren menggunakan teknik direktif yang bertujuan untuk menciptakan kondisi baru yang baik untuk belajar.

 Daftar Bacaan:
(Studi Kasus Pondok Pesantren Darul Fiqhi Kabupaten Lamongan”. Kajian Moral dan Kewarganegaraan Nomor 2 Volume 2 Halaman 470-472 . Herawati, Fitri & M. Turhan Yani. (2014). ”Strategi Pembinaan Kemandirian dan Kedisiplinan Santri di Pondok Pesantren Darul Ibadah Al Balad Surabaya”. Kajian Moral dan Kewarganegaraan Nomor 3 Volume 3 Halaman 1013-1014. Hamalik, Oemar. (2013). Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara. Jihad, Akhmad. 2011. ”Efektifitas Hukuman Terhadap Kedisiplinan Santri di Pondok Pesantren Daar el-Qolam”. Skripsi. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.  Lubis, Saiful Akhyar. (2007). Konseling Islami: Kyai dan Pesantren. Yogyakarta: Elsaq. Mustaqim. (2001). Psikologi Pendidikan. Semarang: Pustaka Pelajar. Ramdhani, M.A., & Ramdhani, A. (2014). ”Verivication Of Research Logical Framework Based on Literature Review”. International Journal of Basic and Applied Science Nomor 2 Volume 3 Halaman 19. 
[post_ads]
DISCLAIMER:
Konten dari tulisan ini adalah milik mahasiswa yang bersangkutan. Segala sesuatu berkaitan dengan isi tulisan sepenuhnya menjadi otoritas mahasiswa. Penayangan pada website ini juga telah melalui persetujuan dari pihak yang bersangkutan.

KOMENTAR

Name

AGAMA,2,Biografi,1,BLOG,16,Dosen,27,Download,15,Foto,14,HUKUM,5,HUMANIORA,9,Instagram,7,Jadwal Kuliah,2,Mahasiswa,49,Makalah,6,MANGKUNEGARA,6,Materi Kuliah,13,POLITIK,3,Puisi,1,Reguler A,26,Reguler B,24,Rubrik Mahasiswa,50,Sastra,1,Sejarah,2,Tugas Kuliah,54,
ltr
item
Website Resmi | Dr. RM. Armaya Mangkunegara, S.H., M.H.: Peningkatan Disiplin Belajar Santri
Peningkatan Disiplin Belajar Santri
Peningkatan Disiplin Belajar Santri
https://4.bp.blogspot.com/-fPEFT_geQzA/W_AdAm9FAEI/AAAAAAAAASg/E0bSS5RiFU0fnIWOclrandCvei-0HRpAQCLcBGAs/s320/ILUSTRASI%2BTUGAS.png
https://4.bp.blogspot.com/-fPEFT_geQzA/W_AdAm9FAEI/AAAAAAAAASg/E0bSS5RiFU0fnIWOclrandCvei-0HRpAQCLcBGAs/s72-c/ILUSTRASI%2BTUGAS.png
Website Resmi | Dr. RM. Armaya Mangkunegara, S.H., M.H.
https://www.mangkunegara.com/2018/11/peningkatan-disiplin-belajar-santri.html
https://www.mangkunegara.com/
https://www.mangkunegara.com/
https://www.mangkunegara.com/2018/11/peningkatan-disiplin-belajar-santri.html
true
8785525627328632150
UTF-8
Tampilkan Semua Post Tidak Menemukan Post TAMPILKAN Baca Selengkapnya Balas Batalkan Balasan Hapus Oleh Home HALAMAN POSTS Tampilkan Semua BACA JUGA: TAG ARSIP CARI SEMUA POST Artikel yang Anda cari tidak ditemukan Kembali Ke Beranda Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Ming Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Okt Nov Des baru saja 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago lebih dari 5 minggu yang lalu Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy Semua Seleksi Semua Semua Code Telah Tercopy Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy