Hukum Menjadikan Sadar Ketaatan Dalam Masyarakat

Hukum Menjadikan Sadar Ketaatan Dalam Masyarakat


Fakultas Hukum Universitas Sunan Bonang Tuban
MANGKUNEGARA.COM - Tulisan ini merupakan tugas mata kuliah Pengantar Ilmu Hukum (PIH). Dibuat mandiri oleh mahasiswa dan ditayangkan pada portal mangkunegara.com.
  • [message]
    • ##check##Ditulis Oleh :  Salwan
      • Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Sunan Bonang Tuban Kelas Reguler B

Pertanyaan yang timbul dari hati masyarakat apakah arti hukum itu ? Pada dasarnya hukum merupakan sesuatu prespektif mengenai apa yang seharusnya dilakukan dalam mencapai keadilan serta untuk menerapkan suatu aturan-aturan atau perilaku-perilaku yang ditunjukan untuk menciptakan ketertiban masyarakat. Hukum didalam Negara biasanya bersifat memaksa. Hukum dalam bahasa inggris dikenal dengan suatu metode kajian tentang hukum secara umum ini merupakan hukum dalam arti luas. Arti dari sempitnya merupakan pengetahuan pada suatu hukum. Ilmu hukum dalam artian jurisprudence tidak tergolong dalam pengertian science yang mengandung makna verifikasi empiric atau empiris. Jika ada suatu pertanyaan kapan hukum diperlukan ? pada saat terdapat masyarakat maka sbuah hukum diperlukan. Ada delapan aneka arti hukum yaitu, hukum dalam arti penguasa ( undang-undang, keputusan, hakim dll ), hukum dalam arti petugas, hukum dalam arti sikap, hukum dalam arti kaidah, hukum dalam arti jalinan nilai, hukum dalam arti tata hukum, hukum dalam arti ilmu hukum, hukum dalam arti disiplin hukum. Hukum merupakan tuntutan terhadap masyarakat mewujudkan suatu kepentingan masyarakat itu sendiri.
[post_ads_2]
[1]Menurut Lawrence Friedman yang dikutip dari buku, Prof DR. Peter Mahmud Marzuki “ Bahwa hukum merupakan suatu produk tuntutan sosial dan bahwa individu atau kelompok yang mempunyai kepentingan tidaklah serta-merta berpaling kepada pranata hukum untuk mengesahkan tuntutan mereka” Pada saaat ini tingkat kriminalitas sangat menganggu dan keamanan masyarakat , peran serta masyarakat akan sangat berarti dalam mewujudkan kondisi aman dan nyaman dalam masyarakat, selain itu peran dan kewajiban masyarakat  dalam membuat situasi aman dan nyaman juga sudah tercantum dalam batang tubuh UUD 1945 yaitu, kewajiban mereka sebagai warga Negara seperti yang telah diatur pada kedua BAB XII pasal 30 ialah: Tiap-tiap warga Negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan kemanan Negara, Untuk pertahanan dan kemanan Negara dilaksanakan melalui system pertahanan dan kemanan rakyat semesta oleh Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Republik Indonesia, sebagai kekuatan utama , dan rakyat , sebagai kekuatan pendukung. Kesadaran hukum dalam menjalankan ketaatan adalah apa yang diketahui orang tentang  apa yang demi hukum harus dilakukan tidak harus dilakukan. Ketaatan hukum tidaklah lepas dari kesadaran hukum, dan kesadaran hukum yang baik adalah ketaatan hukum. Serta ketidak sadaran hukum yang baik adalah ketidak taatan hukum. Ketaatan hukum juga harus disandingkan sebagai sebab dan akibat dari kesadaran dan ketaatan hukum. Berbeda dengan ilmu yang lain didalam kehidupan manusia hukum seni dan ilmu yang lainnya, struktur dasarnya pun berkewajiban dan tidak diatas komitmen. Kewajiban moral untuk mentaati dan peranan peraturan yang membentuk karakteristik pada masyarakat . akan tetapi ketaatan terhadap hukum tidaklah sama didalam kenyataannya dengan ketaatan sosial lainnya. Ketaatan hukum adalah kewajiban yang harus dilaksanan dan jika dilaksanakan akan terkena sanksi. 

Tidak berlebihan jika ketaatan didlam hukum ini cenderung dipaksakan atau memaksa. Ketaatan dapat di bedakan dalam tiga jenis, dalam [2]kutipan H.C Kelman (1966) dan L Pospisil (1971) dalam buku Prof DR. Achmad Ali , SH Menguak Teori Hukum dan teori peradilan ( judikal prudence ) Termasuk Interpretasi Undang-Undang Tu disebut ( legis prudence ) Antara lain, Pertama ketaatan yang bersifat compliance, yaitu jika seseorang menaati suatu ataran, hanya takut karena sanksi, kelemahan ketaatan jenis ini karena membutuhkan pengawasan yang terus menerus. Kedua ketaatan yang bersifat identification, yaitu jika seseorang menaati suatu aturan hanya karena takut hubungan baiknya dengan pihak lain menjadi rusak. Ketiga adalah ketaatan yang bersifat internalization, yaitu jika seseorang menaati suatu peraturan, bener-benar karena merasa bahwa aturan itu sesuai fengan nilai-nilai yang dianutnya. Kewajiban noral masyarakat sendiri secara bebragi atua individu untuk menaati hukum. Tidak ada yang mengatakan bahwa kewajiban merupakan sesuatu yang absolut, sehingga terkadang secara moral kita dapat melanggar hukum namun tidak ada ahli atau pakar hukum secara terang –terangan atau terbuka melanggar hukum. Pemahaman kesadaran hukum dan ketaatan hukum itu sendiri yang mana dijelaskan bahwa, kesadaran hukum yang baik merupakan ketaatan hukum, dan kesadaran hukum yang buruk merupakan ketidaktaatan kepada hukum. 
[post_ads]
Kita juga memiliki alasan moral yang kuat untuk melaksanakan apa yang diperintahkan oleh hukum misalnya saja seperti tidak melakukan penghinaat terhadap orang lain, tidak melakukan penipuan atau mencuri milik orang lain baik terang-terangan atau sembunyi-sembunyi. Kita haruslah menaati hukum yang berlaku jika kelak ada aturan hukum yang disertai dengan ancama hukuman. Seseorang yang yakin terhadap hukum juga harus melakukan dengan bantuan pemerintah, seseorang itu yakin mendapatkan dukungan dari warga masyarakat. Karena norma atau kaidah hukum merupakan peraturan yang bersifat benar-benar memaksa, setiap mausia atau masyarakat negara dianggap paham peraturan-peraturan, karena peraturan ini yang dibuat oleh penguasa negara secara resmi yang mengatur suatu tata negara dengan antar manusia jadi hukum sangat perlu di patuhi. Bayangkan saja jika negara ini tanpa adanya hukum bagaimana kebiasaan yang tidak terdapat sebuah sanksi, bagaimana tatanan dan pergaulan manusia tanpa pengendalian pasti manusia akan bebrbuat sewenang-wenang atau sesukanya tanpa takut untuk dikenai sebuah sanksi. Jika kita sendiri tidak taat akan hukum bagaimana bias kita meminta bantuan pada hukum saat ada suatu masalah atau ancaman yang terjadi pada kita pasti kita berfikiir bahwa hukum itu sangat lah penting dan bermanfaat bagi diri kita sendiri ataupun orang lain. Manusia yang taat terhadap hukum juga memiliki hak dan suatu kewajiban. Hidup bermasyarakat merupakan modus survival bagi makhlul manusia, artinya dengan hidup bermasyarakat manusia dapat hidup secara atomistisdan soliter tidak dapat disangkal bahwa secara nyata manusia memang makhluk yang bermasyarakat. 

Teori Darwin sekalipun tidak dapat menerangkan dan menjelaskan seja pasca evolusi yang manakah manusia mulai dapat mengembangkan untuk komunikasi-komunikasi melalui symbol-simbol arbitner yang disebut bahasa. Karena adanya pranata-pranata timbul karena adanya moral, didalam masyarakat yang sanggat primitifpun juga terdapat suatu pranata-pranata. Sebenarnya mencari dan menemukan keserasian dalam hukum tidaklah sulit dan tidak juga mudah. Kesulitan mencapai hukum yang ideal adalah pihak - pihak yang bersengketa atau berurusan dengan hukum  dalam mencapai kepuasan atau hasil yang diterima dengan lapang dada. Kemudahan dalam mencapai hukum yang ideal apabila terjadi keharmonisan antara teori dan praktik. Selain itu, hukum diharapkan dapat berkembang dengan pesat mengikuti arus perkembangan zaman untuk mengatur segala tindakan atau perbuatan yang berpotensi terjadinya perselisihan, baik perselisihan kecil maupun besar.Membiarkan teori atau praktik berjalan sendiri - sendiri tanpa saling melengkapi akan mempengaruhi kinerja dari hukum itu sendiri. Secara prinsip hukum diciptakan untuk memberikan kepercayaan kepada masyarakat (manusia) terhadap kepentingan yang berbeda dimiliki manusia satu dengan manusia lain dengan tujuan untuk terwujudnya kesejahteraan. Hukum mengatur secara komprehensif tindak tanduk aktifitas manusia, baik hubungan manusia dengan manusia, manusia dengan badan hukum,maupun manusia dengan alam (ekosistem lingkungan). 
[post_ads_2]
Melalui hukum diharapkan dapat terjalin pencapaian cita dari manusia (subyek hukum),sebagaimana dikatakan oleh Gustav Radburch bahwa hukum dalam pencapaiannya tidak boleh lepas dari keadilan, kepastian dan kemanfaatan. Eksistensi hukum yang dimaksud ialah baik hukum yang bersifat pasif (peraturan perundang - undangan) maupun bersifat aktif (hakim di pengadilan). Sebagai subyek hukum, manusia memiliki peran yang esensial dalam mencapai keadilan, kepastian dan kemanfaatan hukum. Manusia dapat mengendalikan sebagaimana yang diinginkan, namun tetap dalam rambu - rambu norma hukum, sehingga tidak keluar dari jalur yang seharusnya dilakukan.

Kesimpulan : 

Bahwa hukum didalam menciptakan ketertiban di masyarakat  merupakan apa yang diketahui orang tentang  apa yang demi hukum harus dilakukan tidak harus dilakukan dan hukum dengan demikian hukum  diharapkan dapat berkembang dengan pesat mengikuti arus perkembangan zaman serta untuk mencapai keadilan dan untuk menerapkan suatu aturan-aturan atau perilaku-perilaku dalam masyarakat.



[1] Prof. Dr. Peter Mahud Marzuki, SH.,M.S.,LLM. Pengatar Ilmu Hukum. KENCANA PENANDA GROUP: JAKARTA. 2008. hlm.14.


[2] H.C Kelman.1966. dan L Pospisil. 1971.dalam buku Prof DR. Achmad Ali , SH Menguak Teori Hukum dan teori peradilan ( judikal prudence )

DISCLAIMER:
Konten dari tulisan ini adalah milik mahasiswa yang bersangkutan. Segala sesuatu berkaitan dengan isi tulisan sepenuhnya menjadi otoritas mahasiswa. Penayangan pada website ini juga telah melalui persetujuan dari pihak yang bersangkutan.

KOMENTAR

Name

AGAMA,2,Biografi,1,BLOG,16,Dosen,26,Download,15,Foto,14,HUKUM,4,HUMANIORA,9,Instagram,7,Jadwal Kuliah,2,Mahasiswa,49,Makalah,6,MANGKUNEGARA,6,Materi Kuliah,13,POLITIK,3,Puisi,1,Reguler A,26,Reguler B,24,Rubrik Mahasiswa,49,Sastra,1,Sejarah,2,Tugas Kuliah,53,
ltr
item
Website Resmi | Dr. RM. Armaya Mangkunegara, S.H., M.H.: Hukum Menjadikan Sadar Ketaatan Dalam Masyarakat
Hukum Menjadikan Sadar Ketaatan Dalam Masyarakat
Hukum Menjadikan Sadar Ketaatan Dalam Masyarakat
https://4.bp.blogspot.com/-fPEFT_geQzA/W_AdAm9FAEI/AAAAAAAAASg/E0bSS5RiFU0fnIWOclrandCvei-0HRpAQCLcBGAs/s320/ILUSTRASI%2BTUGAS.png
https://4.bp.blogspot.com/-fPEFT_geQzA/W_AdAm9FAEI/AAAAAAAAASg/E0bSS5RiFU0fnIWOclrandCvei-0HRpAQCLcBGAs/s72-c/ILUSTRASI%2BTUGAS.png
Website Resmi | Dr. RM. Armaya Mangkunegara, S.H., M.H.
https://www.mangkunegara.com/2018/12/hukum-menjadikan-sadar-ketaatan-dalam.html
https://www.mangkunegara.com/
https://www.mangkunegara.com/
https://www.mangkunegara.com/2018/12/hukum-menjadikan-sadar-ketaatan-dalam.html
true
8785525627328632150
UTF-8
Tampilkan Semua Post Tidak Menemukan Post TAMPILKAN Baca Selengkapnya Balas Batalkan Balasan Hapus Oleh Home HALAMAN POSTS Tampilkan Semua BACA JUGA: TAG ARSIP CARI SEMUA POST Artikel yang Anda cari tidak ditemukan Kembali Ke Beranda Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Ming Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Okt Nov Des baru saja 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago lebih dari 5 minggu yang lalu Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy Semua Seleksi Semua Semua Code Telah Tercopy Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy