Hukum Sebagai Alat Ketertiban Masyarakat

Hukum Sebagai Alat Ketertiban Masyarakat

Fakultas Hukum Universitas Sunan Bonang Tuban
MANGKUNEGARA.COM - Tulisan ini merupakan tugas mata kuliah Pengantar Ilmu Hukum (PIH). Dibuat mandiri oleh mahasiswa dan ditayangkan pada portal mangkunegara.com.
  • [message]
    • ##check##Ditulis Oleh :  Yolanda Febrianti Herwiatama
      • Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Sunan Bonang Tuban Kelas Reguler A
Indonesia adalah negara hukum, seluruh permasalahan yang terjadi pasti akan berkaitan dengan hukum. Salah satu permasalahan yang ada yaitu pelanggaran ketertiban umum. Pastinya dalam menciptakan sebuah ketertiban di lingkungan masyarakat perlu adanya hukum yaitu hukum sebagai alat ketertiban masyarakat. Hukum memiliki tujuan yang bersifat universal seperti ketertiban, kedamaian, ketentraman, dan kesejahteraan didalam lingkungan masyarakat. Tujuan hukum akan terlaksana dengan baik jika masyarakat mentaati peraturan yang telah ditetapkan. Peraturan dibuat oleh pemerintah dengan kesepakatan bersama. Sehingga masyarakat dalam menyelesaikan suatu perkara akan mendapatkan keadilan karena adanya hukum yang merupakan alat ketertiban masyarakat. 

Pengertian hukum secara umum adalah suatu aturan yang memiliki bentuk tertulis maupun tidak tertulis yang dibuat oleh pejabat atau pemerintah dan ditandatangani oleh pihak yang berwenang dan apabila dilanggar akan dikenakan sanksi atau hukuman. Sedangkan pengertian hukum menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah (1) Peraturan atau adat yang secara resmi dianggap mengikat, yang dikukuhkan oleh penguasa atau pemerintah; (2) Undang-undang, peraturan dan sebagainya untuk mengatur pergaulan hidup masyarakat; (3) Patokan atau kaidah atau ketentuan mengenai peristiwa alam dan sebagainya yang tertentu; (4) Keputusan atau pertimbangan yang ditetapkan oleh hakim dalam pengadilan atau vonis.

Peranan hukum di lingkungan masyarakat sangat penting, salah satunya sebagai alat ketertiban masyarakat. Hukum juga mencegah adanya masyarakat menjadi hakim atas dirinya sendiri, karena setiap perkara akan diselesaikan melalui pengadilan dengan perantara hakim dan pastinya sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. Pengaruh adanya hukum di lingkungan masyarakat secara tidak langsung akan mengubah perilaku masyarakat, yang biasanya masih sering terjadi pelanggaran ketertiban menjadi berkurang atau bahkan sudah tidak ada lagi pelanggaran-pelanggaran yang terjadi di lingkungan masyarakat. Banyaknya pelanggaran-pelanggaran ketertiban yang terjadi disebabkan kurangnya kesadaran masyarakat terhadap hukum.
[post_ads]
Berikut ini bentuk dari pelanggaran ketertiban umum yang terjadi di lingkungan masyarakat yaitu membuat gaduh atau rusuh di lingkungan masyarakat, mengemis di tempat umum, menjadi gelandangan yang tidak memiliki pekerjaan, menarik keuntungan dengan melakukan perbuatan cabul seorang wanita dan menjadikannya sebagai pekerjaan, memakai nama atau gelar palsu, mengadakan pesta atau arak-arakan di jalan umum tanpa izin dari kepala polisi atau pejabat yang berwenang, mengaku sebagai dokter dan membuka praktik tanpa surat izin resmi dari pihak yang berwenang, menggunakan barang orang lain atau memperbolehkan seseorang menggunakan barang orang lain yang bukan haknya atau tanpa mendapat izin dari pemiliknya, seseorang berpindah tempat tinggal dengan kota yang berbeda dan tidak memberitahu kepada pihak yang berkuasa atau kepala setempat, seseorang memberi sesuatu barang atau menerima sesuatu barang dari terpidana tanpa wenang.


Dari berbagai macam bentuk pelanggaran ketertiban umum yang terjadi di lingkungan masyarakat, berikut ini pasal-pasal yang mengatur bentuk dari pelanggaran ketertiban umum dan sanksi atau hukuman yang berlaku didalam Buku III Bab II Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP): 

[next]
  1. Membuat gaduh atau rusuh di lingkungan masyarakat (Pasal 503).
  2. Seorang pelaku diancam dengan pidana kurungan paling lama tiga hari atau pidana denda paling banyak dua ratus dua puluh lima rupiah.
  3. Mengemis di tempat umum (Pasal 504).
  4. Seorang pelaku diancam dengan pidana kurungan paling lama enam minggu, dan apabila dilakukan oleh tiga orang atau lebih yang berumur di atas enam belas tahun akan diancam dengan pidana kurungan paling lama tiga bulan.
  5. Menjadi gelandangan yang tidak memiliki pekerjaan (Pasal 505).
  6. Seorang pelaku diancam dengan pidana kurungan paling lama tiga bulan, dan apabila dilakukan oleh tiga orang atau lebih yang berumur di atas enam belas tahun akan diancam dengan pidana kurungan paling lama enam bulan.
  7. Menarik keuntungan dengan melakukan perbuatan cabul seorang wanita dan menjadikannya sebagai pekerjaan (Pasal 506).
  8. Seorang pelaku diancam dengan pidana kurungan paling lama satu tahun.
  9. Memakai nama atau gelar palsu (Pasal 507).
  10. Seorang pelaku diancam dengan pidana denda paling banyak dua ribu dua ratus lima puluh rupiah.
  11. Mengadakan pesta atau arak-arakan di jalan umum tanpa izin dari kepala polisi atau pejabat yang berwenang (Pasal 510).
  12. Seorang pelaku diancam dengan pidana denda paling banyak tiga ratus tujuh puluh lima rupiah, dan apabila diadakan untuk menyatakan keinginan-keinginan secara menakjubkan akan diancam dengan pidana kurungan paling lama dua minggu atau pidana denda dua ribu dua ratus lima puluh rupiah.
  13. Mengaku sebagai dokter dan membuka praktik tanpa surat izin resmi dari pihak yang berwenang (Pasal 512a).
  14. Seorang pelaku diancam dengan pidana kurungan paling lama dua bulan atau pidana denda setinggi-tingginya seratus lima puluh ribu rupiah.
  15. Menggunakan barang orang lain atau memperbolehkan seseorang menggunakan barang orang lain yang bukan haknya atau tanpa mendapat izin dari pemiliknya (Pasal 513).
  16. Seorang pelaku diancam dengan pidana kurungan paling lama enam hari atau pidana denda paling banyak tiga ratus tujuh puluh lima rupiah.
  17. Seseorang berpindah tempat tinggal dengan kota yang berbeda dan tidak memberitahu kepada pihak yang berkuasa atau kepala setempat (Pasal 515).
  18. Seorang pelaku diancam dengan pidana kurungan paling lama enam hari, atau pidana denda paling banyak tujuh ratus lima puluh rupiah.
  19. Seseorang memberi sesuatu barang atau menerima sesuatu barang dari terpidana tanpa wenang (Pasal 518).
  20. Seorang pelaku diancam dengan pidana kurungan paling lama enam hari atau pidana denda paling banyak tiga ratus tujuh puluh lima rupiah.

Kesimpulan

Jika dilihat dari berbagai pelanggaran ketertiban umum yang terdapat didalam Buku III Bab II Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dapat disimpulkan bahwa pengertian pelanggaran terhadap ketertiban umum adalah suatu tindakan pelanggaran yang dilakukan oleh seseorang yang menurut sifatnya dapat menimbulkan gangguan-gangguan terhadap ketertiban dan kenyamanan didalam masyarakat. Pengertian pelanggaran ketertiban di lingkungan masyarakat secara umum adalah tindakan atau perilaku seseorang yang menyimpang atau tidak sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan dan dapat mengakibatkan gangguan ketertiban di lingkungan masyarakat tersebut.
[post_ads_2]
Sedangkan pengertian dari ketertiban adalah suatu keadaan yang seluruhnya diatur oleh sebuah peraturan, dimana peraturan tersebut merupakan peraturan baik yang akan mengubah keadaan menjadi lebih tentram dan damai. Agar tercipta ketertiban yang tentram dan damai maka harus ada hukum yang mengatur di lingkungan masyarakat tersebut. Masyarakat juga harus menyadari adanya perintah dan larangan dalam hukum yang merupakan alat ketertiban masyarakat dan sebagai petunjuk bertingkahlaku yang benar didalam lingkungan masyarakat. Sehingga tidak akan ada lagi pelanggaran-pelanggaran ketertiban umum yang terjadi di lingkungan masyarakat dan hukum sebagi alat ketertiban masyarakat dapat terlaksana dengan baik dan benar sesuai hukum yang berlaku atau aturan yang telah dibuat oleh pemerintah yaitu dalam Buku III Bab II Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Jika masih ada pelanggaran ketertiban yang terjadi di lingkungan masyarakat, sudah tentu orang yang melakukannya akan mendapat sanksi atau hukuman yang telah berlaku sesuai dengan pelanggaran yang telah dilakukan.


Daftar Bacaan


[post_ads]

DISCLAIMER:
Konten dari tulisan ini adalah milik mahasiswa yang bersangkutan. Segala sesuatu berkaitan dengan isi tulisan sepenuhnya menjadi otoritas mahasiswa. Penayangan pada website ini juga telah melalui persetujuan dari pihak yang bersangkutan.

KOMENTAR

Name

AGAMA,2,Biografi,1,BLOG,16,Dosen,27,Download,15,Foto,14,HUKUM,5,HUMANIORA,9,Instagram,7,Jadwal Kuliah,2,Mahasiswa,49,Makalah,6,MANGKUNEGARA,6,Materi Kuliah,13,POLITIK,3,Puisi,1,Reguler A,26,Reguler B,24,Rubrik Mahasiswa,50,Sastra,1,Sejarah,2,Tugas Kuliah,54,
ltr
item
Website Resmi | Dr. RM. Armaya Mangkunegara, S.H., M.H.: Hukum Sebagai Alat Ketertiban Masyarakat
Hukum Sebagai Alat Ketertiban Masyarakat
Hukum Sebagai Alat Ketertiban Masyarakat
https://4.bp.blogspot.com/-fPEFT_geQzA/W_AdAm9FAEI/AAAAAAAAASg/E0bSS5RiFU0fnIWOclrandCvei-0HRpAQCLcBGAs/s320/ILUSTRASI%2BTUGAS.png
https://4.bp.blogspot.com/-fPEFT_geQzA/W_AdAm9FAEI/AAAAAAAAASg/E0bSS5RiFU0fnIWOclrandCvei-0HRpAQCLcBGAs/s72-c/ILUSTRASI%2BTUGAS.png
Website Resmi | Dr. RM. Armaya Mangkunegara, S.H., M.H.
https://www.mangkunegara.com/2018/12/hukum-sebagai-alat-ketertiban-masyarakat.html
https://www.mangkunegara.com/
https://www.mangkunegara.com/
https://www.mangkunegara.com/2018/12/hukum-sebagai-alat-ketertiban-masyarakat.html
true
8785525627328632150
UTF-8
Tampilkan Semua Post Tidak Menemukan Post TAMPILKAN Baca Selengkapnya Balas Batalkan Balasan Hapus Oleh Home HALAMAN POSTS Tampilkan Semua BACA JUGA: TAG ARSIP CARI SEMUA POST Artikel yang Anda cari tidak ditemukan Kembali Ke Beranda Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Ming Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Okt Nov Des baru saja 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago lebih dari 5 minggu yang lalu Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy Semua Seleksi Semua Semua Code Telah Tercopy Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy