Kaidah Hukum Beriringan dengan Perkembangan Zaman

Kaidah Hukum Beriringan dengan Perkembangan Zaman

Fakultas Hukum Universitas Sunan Bonang Tuban
MANGKUNEGARA.COM - Tulisan ini merupakan tugas mata kuliah Pengantar Ilmu Hukum (PIH). Dibuat mandiri oleh mahasiswa dan ditayangkan pada portal mangkunegara.com.
  • [message]
    • ##check##Ditulis Oleh :  Rita Putri Anggraeni        
      • Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Sunan Bonang Tuban Kelas Reguler B
Sebagai ilmu pengetahuan, ilmu hukum juga mencakup mengenai ilmu tentang kaidah. Dari waktu ke waktu dengan seiring berkembangnya zaman manusia sendiri mulai mengenal norma, tata tertib atau Kaidah Hukum yang digunakan acuan seseorang melakukan suatu tindakan sebelum melakukan keputusanya tersebut. Perlu kita singgung dan dapat kita ketahui juga bahwa kaidah hukum sebenarnya tidaklah sama dengan asas  hukum, karena kaidah hukum merupakan suatu pikiran atau tindakan dasar yang sifatnya abstrak dan umum, sedangkan asas hukum sendiri cirinya diterangkan dalam peraturan hukum konkrit serta dapat berkembang sesuai kaidah hukum atau nilai-nilai masyarakat. Saat ini ada empat kaidah yang dipahami oleh manusia yaitu: Kaidah kesusilaan, Kaidah kesopanan, Kaidah kepercayaan , dan Kaidah hukum.

Yang pertama Kaidah kesusilaan, kaidah kesusilaan sendiri bersifat otonom yang berasal dari sikap batin manusia. Pelanggaran norma susila atau kesusilaan memiliki sanksi hukuman yaitu penyesalan. [1]Dikutip dalam Pasal 281 KUHP versi terjemahan S.R Sianturi, S.H. “ Barang siapa dengan sengaja dan terbuka melanggar kesusilaan, dan barang siapa dengan sengaja melanggar kesusilaan pada ketika kehadiran seseorang yang lain bertentangan dengan kehendaknya maka, diancam pidana penjara maksimum dua tahun delapan bukan atau pidana denda maksimum tiga ratus rupiah (x15 )” Contoh dari norma kesusilaan sendiri adalah: Saling menghormati kepada sesama, berbuat baik dan jujur, tidak mengambil barang atau benda milik orang lain tanpa izin atau sepengetahuanya, jangan mencuri dan berbuat kejahatan. [2]Menurut Prof. Dr. Peter Mahmud Marzuki ” Jika moral dan agama lebih menitik beratkan kepada aspek-aspek manusia sebagai individu dan aspek batinilah manusia, etika tingkah laku sebagaiman hukum menitik beratkan kepada peraturan aspek manusia sebagai makhluk sosial dan aspek lahirilah manusia”.

Kedua adalah Kaidah kesopanan, kaidah kesopanan atau biasa disebut sopan santun adalah ketentuan hidup manusia yang berasal dari pergaulan masyarakat atau suatu kebiasaan yang muncul dan berlaku dalam masyarakat. Kesopanan dinamakan sopan santun tata krama atau adat istiadat. Norma ini sendiri untuk mengatur pergaulan masyarakat agar saling menghormati. Pentingnya sopan santun ditunjukan pada sikap lahiriah tingkah laku manusia untuk mencapai suasana yang baik dalam pergaulan.
[post_ads]
Pelanggaran norma kesopanan sendiri dapat menimbulkan cekaan yang dapat berwujud kata- kata, sikap dan pandangan orang lain. [3]Dikutip pada pasal 281 KUHP versi terjemahan R.Soesilo yang berbunyi “ Barang siapa sengaja merusak kesopanan dimuka umum, dan  barang siapa sengaja merusak kesopanan dimuka orang lain, yang hadir tidak dengan kemauanya sendiri maka, dihukum penjara selama-lamanya dua tahun delapan bulan atau denda sebanyak-banyaknya Rp.4500,-”. Contoh dari kaidah kesopanan ini adalah : menggunakan barang orang lain dengan izin dulu pada pemiliknya, menggunakan pakaian yang sopan dan pantas saat acara-acara tertentu misalnya pada saat pesta, menghormati orang yang lebih tua, jangan meludah dengan sembarangan didepan orang lain. Jika menyimpang sikap-sikap tersebut akan memunculkan rasa malu bahkan pentingnya kaidah kesopanan selain untuk ketertiban masyarakat adalah untuk saling hormat menghormati kepada orang lain. Bagaimana kita bisa melakukanya di tengah-tengah masyarakat jika tidak, seseorang pasti akan mendapat celaan dapat berupa perkataan ataupun berupa sikap kebencian, pandangan yang kurang baik dikucilkan oleh orang terdekat dan disekitar bahkan bisa saja sampai dijauhi di dalam suatu pergaulan di lingkup kehidupan masyarakat.

Ketiga adalah Kaidah Kepercayaan, kaidah kepercayaan atau kaidah agama adalah norma yang berpangkal pada kepercayaan Tuhan Yang Maha Esa disebut juga sebagai ketentuan dari Tuhan yang berisi larangan-larangan, perintah-perintah dan ajaran agar mengarahkan manusia ke arah lebih baik. Dikutip pada pasa 29 UUD 1945 yang berbunyi “ Negara berdasar atas ketuhanan Yang Maha Esa “. Jadi norma agama menjadi ketentuan manusia ke arah yang baik dan benar. Ia mengatur kewajiban manusia kepada Tuhan dan manusia itu sendiri. Melakukan pelanggaran terhadap norma agama sama dengan menentang perintah Tuhan, sanksi yang didapat tidklah dari maunusia lain melainkan dari Tuhan sendiri dan kelak akan dipertanggung jawabkan diakhirat. Contoh dari kaidah kepercayaan atau norma agama ialah: menghormati kedua orang tua (ayah dan ibu ), menghormati sesama walaupun berbeda agama, jangan mencuri , jangan membunuh sesama manusia, selalu melakukan hal baik dimanapun, saling menghargai, agama suku dan ras. Saat ini tidak sedikit manusia yang belum memahami makna dari norma agama sendiri misalnya saja tragedi atau kasus terorisme di Indonesia yang pernah mengemparkan masyarakat, para teroris tersebut merupakan orang yang memiliki agama tapi dengan sadar ia membunuh dirinya sendiri dan orang lain dengan seatas nama Tuhan. Padahal yang kita tau bahwa membunuh orang lain atau membunuh diri sendiri merupakan hal yang melanggar agama dan dibenci Tuhan apapun alasanya.
[post_ads_2]
Keempat Kaidah Hukum, atau disebut norma hukum merupakan peraturan yang dibuat oleh penguasa negara secara resmi yang mengatur proses atau tata cara hubungan antar manusia. Kaidah hukum ditunjukan hanya pada sikap batin seseorang. Tercantum pada Pasal 1 ayat 3 UUD 1945 yakni, “Negara Indonesia adalah negara hukum” . Bahkan tiga kaidah sosial kesopanan , kesusilaan , dan agama dianggap belum cukup dirasakan untuk menjamin tata tertib dalam pergaulan hidup bermasyarakat, oleh karena itu sanggat dibutuhkanya norma hukum yang bersifat memaksa untuk melindungi kepentingan manusia dalam pergaulan bebasnya didalam masyarakat. Oleh karena itu pengertian kaidah hukum juga banyak diartikan oleh beberapa ahli karena secara tidak langsung kaidah hukum merupakan satu kaidah yang sangat meliputi masyarakat secara umum. Menurut pasal 1 ayat 3 UUD 1945 hal ini menurut Muhammad Yamin, S.H. sebagaimana dikutip oleh Azhary Bahwa negara Indonesia adalah negara hukum dimana tempat keadilan tertulis berlaku, bukan pula negara kekuasaan ( maschstaat ) tempat tenaga senjata dan kekuatan badan melakukan kesewenang-wenangan karena hukum sangatlah memaksa setiap orang dan warga negara dianggap memgerti hukum (Persemtion Juris Et de Jure ) kita dipaksa mengerti setiap peraturan yang telah dibuat atau berlaku dan kita tidak dapat melawanya karena sifatnya yang memaksa kaidah hukum memiliki sanksi yang jelas sesuai dengan hal apa yang menjadi masalah seseorang dari hukuman pidana, penjara dan hukuman denda. Berikut ini merupakan beberapa sifat yang ada pada kaidah hukum : adanya suatu paksaan dari luar atau sanksi dari penguasa yang bertugas mengamankan dan mengadili, dengan sifat undang-undang yang berlaku saja. Dikutip pada konsep 1919 oleh Arnest Hoge Raad bahwa melawan hukum meliputi berbuat atau tidak berbuat yang bertentangan dengan UU, melawan hak subjektif orang lain, bertentangan dengan kepatutan.

Kesimpulan : 

Bahwa kaidah sosial maupun kaidah hukum sangatlah berkaitan satu sama lain kaidah soial saja tidak cukup untuk menertibkan dan menjamin tata tertib berserta pergaulan dalam masyarakat. Keempat kaidah tersebut sangatlah penting untuk menjamin keamanan dan keberlangsungan suatu negara. Serta pentingnya kaidah hukum yang secara sepontan bersifat memaksa dan melindungi kepentingan masyarakat negara.



[1] S.R Sianturi, S.H. 1996. Asas-asas Hukum Pidana di Indonesia dan Penerapanya. Alumni Ahaem Pertahem:Jakarta.
[2] Prof. Dr. Peter Mahmud Marzuki, S.H., M.S., LLM. Pengantar Ilmu Hukum. Kencana Prenanda Media Group: Jakarta. 2008. Hlm.85.
[3] R.Soesilo.1991. Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) serta Komentar-Komentarnya Lengkap Pasal demi Pasal. Politeia:Bogor.

[post_ads]
DISCLAIMER:
Konten dari tulisan ini adalah milik mahasiswa yang bersangkutan. Segala sesuatu berkaitan dengan isi tulisan sepenuhnya menjadi otoritas mahasiswa. Penayangan pada website ini juga telah melalui persetujuan dari pihak yang bersangkutan.

KOMENTAR

Name

AGAMA,2,Biografi,1,BLOG,16,Dosen,26,Download,15,Foto,14,HUKUM,4,HUMANIORA,9,Instagram,7,Jadwal Kuliah,2,Mahasiswa,49,Makalah,6,MANGKUNEGARA,6,Materi Kuliah,13,POLITIK,3,Puisi,1,Reguler A,26,Reguler B,24,Rubrik Mahasiswa,49,Sastra,1,Sejarah,2,Tugas Kuliah,53,
ltr
item
Website Resmi | Dr. RM. Armaya Mangkunegara, S.H., M.H.: Kaidah Hukum Beriringan dengan Perkembangan Zaman
Kaidah Hukum Beriringan dengan Perkembangan Zaman
Kaidah Hukum Beriringan dengan Perkembangan Zaman
https://4.bp.blogspot.com/-fPEFT_geQzA/W_AdAm9FAEI/AAAAAAAAASg/E0bSS5RiFU0fnIWOclrandCvei-0HRpAQCLcBGAs/s320/ILUSTRASI%2BTUGAS.png
https://4.bp.blogspot.com/-fPEFT_geQzA/W_AdAm9FAEI/AAAAAAAAASg/E0bSS5RiFU0fnIWOclrandCvei-0HRpAQCLcBGAs/s72-c/ILUSTRASI%2BTUGAS.png
Website Resmi | Dr. RM. Armaya Mangkunegara, S.H., M.H.
https://www.mangkunegara.com/2018/12/kaidah-hukum-beriringan-dengan.html
https://www.mangkunegara.com/
https://www.mangkunegara.com/
https://www.mangkunegara.com/2018/12/kaidah-hukum-beriringan-dengan.html
true
8785525627328632150
UTF-8
Tampilkan Semua Post Tidak Menemukan Post TAMPILKAN Baca Selengkapnya Balas Batalkan Balasan Hapus Oleh Home HALAMAN POSTS Tampilkan Semua BACA JUGA: TAG ARSIP CARI SEMUA POST Artikel yang Anda cari tidak ditemukan Kembali Ke Beranda Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Ming Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Okt Nov Des baru saja 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago lebih dari 5 minggu yang lalu Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy Semua Seleksi Semua Semua Code Telah Tercopy Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy